• Thu, Mar 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 March 2026 03:41  |

Investor Pantau Ancaman terhadap Energi Timur Tengah, Minyak Berfluktuasi

Harga minyak bergerak naik-turun ketika investor menilai dampak perang AS–Iran yang kian melebar terhadap pasar energi Timur Tengah, saat konflik memasuki hari kelima. WTI sempat bergejolak namun akhirnya stabil dan ditutup di bawah $75 per barel, setelah melonjak sekitar 11% dalam dua sesi sebelumnya.

Pelaku pasar terus berspekulasi soal langkah berikutnya dari militer AS untuk mengukur potensi efek lanjutan ke energi. Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt menyatakan untuk saat ini pasukan darat tidak termasuk dalam operasi di Iran.

Sempat menekan harga, media semi-resmi Iran Tasnim membantah laporan New York Times yang menyebut operator dari Kementerian Intelijen Iran menghubungi CIA melalui lembaga intelijen negara lain untuk menawarkan pembahasan syarat mengakhiri konflik. Laporan tersebut sebelumnya mendorong harga minyak sempat bergerak negatif intraday.

Dari sisi pasokan, Arab Saudi melaporkan ada upaya serangan ke kilang Ras Tanura dan mengonfirmasi pengalihan suplai dari Teluk Persia ke Laut Merah demi menjaga operasional. Di sisi permintaan dan arus perdagangan, sebuah kilang India memberi tahu pelanggan bahwa mereka menangguhkan ekspor bahan bakar karena harga global melonjak. Sementara itu, setidaknya tiga VLCC yang berangkat dari Asia untuk memuat kargo di Teluk dilaporkan mengalihkan rute menuju Atlantic Basin—cerminan meningkatnya risiko pelayaran.

Perang ini mengguncang pasar minyak karena serangan dan serangan balasan menyebar di kawasan Teluk, memaksa sejumlah produsen mengunci atau menutup output, serta membuat lalu lintas di Selat Hormuz—jalur yang mengalirkan sekitar seperlima minyak dunia—nyaris terhenti. Gangguan logistik di luar minyak juga memunculkan bayangan krisis energi global dan memantik kembali kekhawatiran inflasi.

“Pasar tidak akan tenang kecuali melihat bukti lalu lintas kembali mendekati normal,” kata Vandana Hari dari Vanda Insights. Pemulihan cepat arus Hormuz dinilai krusial bagi negara Teluk agar produksi bisa dipertahankan saat kapasitas penyimpanan makin penuh. Risiko tambahan juga datang dari gangguan produksi akibat serangan ke negara tetangga Iran, termasuk Irak (produsen OPEC terbesar kedua).

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan US International Development Finance Corporation (DFC) akan menawarkan asuransi bagi kapal untuk menjaga arus energi dan perdagangan, dengan opsi pengawalan angkatan laut bila diperlukan. Namun industri pelayaran menilai rencana itu baru solusi parsial; Marsh, broker asuransi terbesar dunia, menyebut skema tersebut bisa memakan waktu beberapa minggu untuk disiapkan.

Data satelit dari Kayrros menunjukkan sejumlah lokasi penyimpanan minyak utama Arab Saudi cepat terisi. Empat dari enam tangki di Ras Tanura disebut sudah penuh, dan terminal Ju’aymah di pantai timur juga makin menipis kapasitas kosongnya. Sementara itu, Goldman Sachs memperkirakan Brent cenderung bertahan di kisaran $80-an pada Maret, karena pasar menimbang sinyal campuran: potensi pemulihan bertahap arus Hormuz versus kekhawatiran baru jika bukti pemangkasan produksi makin terlihat.

Harga produk olahan juga melonjak: pasar diesel Eropa mencatat kenaikan dua hari terbesar sepanjang sejarah, diikuti lonjakan jet fuel. Jika bertahan, biaya bahan bakar yang lebih tinggi berpotensi menambah tekanan inflasi global.

Dari AS, laporan mingguan EIA menyebut stok minyak mentah naik sekitar 3,5 juta barel—tertinggi sejak Mei—yang sedikit meredakan kekhawatiran pasokan AS terlalu ketat untuk menutup kekurangan jika Hormuz tetap terganggu. WTI April stabil, ditutup di $74,66/barel (New York), Brent Mei diperdagangkan sekitar $81,40/barel.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai