• Thu, Mar 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 March 2026 11:25  |

Emas Menguat, Safe-haven Diburu Saat Konflik Iran Berlanjut

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan untuk dua sesi berturut-turut pada Kamis(5/3) saat berita ini ditulis spot Gold diperdagangkan di area $5.190 per try ons, ditopang permintaan aset safe-haven di tengah perang yang masih berlangsung di Timur Tengah. Konflik Iran memasuki hari keenam, dengan serangan AS dan Israel di wilayah Iran serta balasan luas Iran melalui rudal dan drone ke berbagai titik di kawasan, termasuk target regional dan situs militer. Perpanjangan krisis ini memperbesar ketidakpastian geopolitik dan mendorong investor kembali ke aset lindung nilai.

Ketegangan juga meningkat setelah laporan menyebut sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut insiden tersebut sebagai “serangan pertama semacam itu terhadap musuh sejak Perang Dunia II,” memperkuat persepsi bahwa eskalasi masih terbuka dan risiko konflik berkepanjangan belum hilang.

Dari sisi mata uang, emas berdenominasi dolar mendapat dukungan tambahan karena dolar AS melemah di tengah rapuhnya harapan bahwa konflik Timur Tengah bisa lebih singkat dari yang dikhawatirkan. Pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pembeli non-USD, yang biasanya mendorong permintaan fisik maupun investasi. Namun, ketidakpastian durasi konflik tetap tinggi setelah Reuters mengutip laporan The New York Times mengenai sinyal Iran kepada CIA untuk menjajaki perundingan mengakhiri perang, yang kemudian dibantah oleh Teheran.

Faktor kebijakan perdagangan AS turut menjadi perhatian. AS disebut bersiap memperkenalkan tarif global temporer 15% pekan ini, menggantikan tarif 10% yang diberlakukan setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar pungutan sebelumnya oleh Presiden Donald Trump. Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan tarif bisa kembali ke level sebelumnya dalam waktu lima bulan seiring kemajuan penyelidikan perdagangan baru, menambah lapisan ketidakpastian bagi prospek inflasi dan pertumbuhan.

Meski permintaan safe-haven menguat, ruang kenaikan emas berpotensi dibatasi oleh kembali munculnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak dan gas. Tekanan inflasi tersebut dapat mendorong pasar menunda ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, sebuah dinamika yang biasanya kurang mendukung emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil. Sejalan dengan itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik empat sesi beruntun dan mencapai 4,11% ketika pasar menilai perkembangan konflik Iran, pembaruan tarif, serta menanti rilis data ekonomi berikutnya.

Ke depan, pasar emas akan sensitif terhadap tiga variabel utama: arah eskalasi atau de-eskalasi konflik Timur Tengah, pergerakan dolar AS, serta perubahan ekspektasi suku bunga The Fed yang tercermin pada imbal hasil obligasi AS.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai