Emas Stabil Saat Konflik AS-Iran Dorong Permintaan Safe Haven
Harga emas (XAU/USD) bertahan di zona positif di sekitar US$5.160 pada awal sesi Asia Kamis (5/3), menjaga kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Permintaan aset save haven menguat seiring konflik AS–Iran meluas di kawasan, sementara pasar menunggu rilis klaim pengangguran mingguan AS dan pidato pejabat Federal Reserve, Michelle Bowman, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga.
Dari sisi geopolitik, militer Israel menyatakan telah memulai gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur militer di Teheran. Di Washington, Partai Republik menolak resolusi yang bertujuan mewajibkan Presiden Donald Trump meminta persetujuan Kongres untuk aksi militer AS selanjutnya terhadap Iran. Sebelumnya, Ketua Kepala Staf Gabungan AS mengatakan AS akan mulai “menyerang semakin dalam” ke wilayah Iran. Kombinasi sinyal eskalasi ini menjaga premi risiko dan menopang daya tarik emas dalam jangka pendek.
Namun, penopang emas dari sisi risiko bersaing dengan faktor makro AS yang cenderung menahan ruang kenaikan. Indeks ISM Services PMI naik ke 56,1 pada Februari dari 53,8, lebih kuat dari ekspektasi 53,5. Data aktivitas jasa yang solid berpotensi menguatkan pandangan bahwa bank sentral AS dapat mempertahankan suku bunga “lebih tinggi lebih lama,” yang biasanya mendukung dolar AS dan menekan komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas.
Pasar saat ini secara umum masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga setidaknya hingga musim panas, meski Presiden Trump mendorong penurunan suku bunga. Dalam jangka dekat, pergerakan emas akan sensitif terhadap perkembangan konflik AS–Iran, reaksi dolar AS dan imbal hasil setelah rilis klaim pengangguran, serta nuansa komentar Bowman terkait arah kebijakan moneter.(asd)
Sumber: Newsmaker.id