• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 March 2026 16:28  |

Emas Rebound, Dolar dan Yield Membatasi Kenaikan

Harga emas menguat pada Rabu (4/3), memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya, ketika aksi dip-buying masuk ke pasar yang masih dibayangi ketidakpastian pada hari kelima perang di Timur Tengah. Bullion sempat naik hingga 2%, setelah reli empat hari beruntun terhenti pada Selasa.

Penguatan emas terjadi di tengah tarik-menarik antara premi risiko geopolitik dan faktor penahan dari sisi makro. Dolar AS menguat sekitar 1,5% pekan ini, sementara imbal hasil obligasi naik dan lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi yang lebih luas. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter, seiring kekhawatiran bahwa tekanan harga dapat membuat bank sentral menahan suku bunga lebih lama.

Tekanan di aset berisiko juga ikut membentuk dinamika emas. Aksi jual luas di pasar saham pada Selasa memaksa sebagian investor melikuidasi posisi untuk memenuhi margin call di bagian portofolio lain, yang pada fase tertentu dapat menambah volatilitas dan memengaruhi arus keluar-masuk ke emas.

Peter Kinsella, global head of forex strategy di Union Bancaire Privee (UBP SA), menilai pergerakan ini konsisten dengan pola “portfolio risk-reduction move” yang lazim terjadi saat konflik. Ia juga menyoroti data Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang menunjukkan posisi net long manajer aset telah turun sejak akhir Januari mendekati level terendah dalam satu dekade, yang menurutnya dapat membatasi risiko penurunan lebih lanjut.

Secara tahunan, emas telah menguat hampir 20% dan sempat mencetak rekor di $5.597 per ons pada akhir Januari, didukung ketegangan geopolitik dan perdagangan, serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Namun, eskalasi perang AS–Israel melawan Iran tetap menjadi sumber ketidakpastian utama, sementara inflasi energi berisiko menahan ruang kenaikan jika ekspektasi suku bunga kembali bergeser hawkish.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 80% untuk lebih dari satu kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, turun dari kondisi pekan lalu ketika dua kali pemangkasan sempat dipatok penuh. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Di pasar fisik, spot gold naik sekitar 1,6% menjadi $5.175,89 per ons pada 09:20 waktu London. Perak melonjak 4,1% ke US$85,38 setelah jatuh lebih dari 8% pada sesi sebelumnya, sementara platinum dan palladium juga menguat.

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai