Eropa Menghijau, Greenland & Iran Jadi Pemicu
Saham-saham Eropa mengawali perdagangan Kamis (15/1) dengan nada positif, seiring pelaku pasar mencerna perkembangan geopolitik terbaru terkait Greenland dan Iran.
Indeks Stoxx 600 dibuka menguat dan naik sekitar 0,3% tak lama setelah bel pembukaan di London, menandakan minat risiko mulai pulih meski tensi politik global masih tinggi.
Fokus utama investor tertuju pada hasil pertemuan penting di Gedung Putih antara pejabat senior AS, Denmark, dan Greenland pada Rabu. Pembicaraan yang digelar untuk membahas masa depan pulau Arktik tersebut dilaporkan berakhir dengan “ketidaksepakatan mendasar” mengenai isu kepemilikan, meski kedua pihak sepakat untuk melanjutkan dialog.
Isu Greenland kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump menyebut wilayah semi-otonom Denmark itu sebagai aset strategis untuk keamanan nasional. Trump bahkan mengisyaratkan opsi keras jika diperlukan, dan menegaskan di media sosial bahwa skenario selain Greenland menjadi bagian dari AS dianggap “tidak dapat diterima.”
Di sisi lain, pasar juga memantau perkembangan Iran setelah Trump sempat mengancam tindakan militer jika Teheran mengeksekusi para demonstran yang ditahan dalam penindakan terhadap gelombang protes nasional. Namun, pada Rabu malam, Trump memberi sinyal lebih lunak, mengatakan ia mendapat informasi bahwa eksekusi dihentikan dan untuk saat ini Washington akan memilih pendekatan “wait and see.”
Sebagai sinyal normalisasi awal, Iran membuka kembali wilayah udaranya pada Kamis pagi setelah sempat ditutup sementara, yang sebelumnya membuat sebagian besar penerbangan keluar-masuk dibatasi.
Secara keseluruhan, penguatan bursa Eropa mencerminkan meredanya kekhawatiran jangka pendek, meski pasar masih menilai bahwa headline geopolitik tetap berpotensi memicu volatilitas dalam beberapa sesi ke depan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id