• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

4 December 2025 07:36  |

Saham Asia Naik Bareng Wall Street, Pasar Yakin The Fed Siap Potong Bunga

 

Saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis, mengikuti kenaikan bursa AS. Sentimen positif datang dari data tenaga kerja AS yang melemah, sehingga memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve bisa menurunkan suku bunga pada pertemuan minggu depan. Indeks saham Asia versi MSCI naik sekitar 0,2%, sementara futures indeks saham AS bergerak stabil setelah S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq 100 menguat 0,2% pada perdagangan Rabu.

Di pasar keuangan global, indeks dolar AS cenderung datar setelah sebelumnya turun 0,4%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) juga turun, dengan yield tenor dua tahun berada di kisaran 3,48% seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, Bitcoin terkoreksi dan bergerak dekat level sekitar $93.000 setelah reli dua hari.

Pemicu utama sentimen ini adalah data yang menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS memangkas tenaga kerja pada November dalam jumlah terbesar sejak awal 2023. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja AS makin melemah. Pasar swap kini memperkirakan lebih dari 90% kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini. Seorang analis, Jeff Roach dari LPL Financial, menilai kondisi pasar kerja sudah cukup lemah sehingga The Fed punya alasan kuat untuk mulai memotong bunga.

Di Asia, perhatian investor tertuju pada lelang obligasi 30 tahun Jepang dan pergerakan mata uang kawasan. Pelemahan dolar AS memberi ruang napas untuk beberapa mata uang Asia, namun tetap ada tekanan. Rupee India sempat melemah menembus level psikologis 90 per dolar, sementara yuan China perlahan menguat mendekati level 7 per dolar. Penguatan yuan ini mencerminkan optimisme terhadap hubungan AS–China yang membaik, meski otoritas Beijing terlihat masih mengatur laju penguatan secara ketat.

Faktor lain yang ikut dipantau pasar adalah isu perdagangan dan geopolitik. AS dikabarkan menanti janji investasi besar dari Taiwan dalam pembicaraan dagang. Di sisi korporasi, CEO Nvidia Jensen Huang mengaku belum yakin apakah China akan menerima chip AI H200 jika nantinya AS melonggarkan aturan ekspor, setelah pertemuannya dengan Presiden Donald Trump. Di Wall Street sendiri, pelaku pasar masih menimbang langkah The Fed selanjutnya, sementara pergerakan saham raksasa teknologi terlihat campuran: saham Salesforce naik setelah memberikan proyeksi pendapatan yang lebih baik dari perkiraan, sedangkan Microsoft turun 2,5% setelah muncul laporan permintaan yang lebih lemah untuk sebagian produk AI mereka.(asd)

Source: Newsmaker.id

 

 

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Bursa Asia Merah, SoftBank Rontok 10%

Pasar saham Asia kompak melemah pada Rabu, setelah investor mencerna data perdagangan Jepang dan terbentuknya pemerintahan ba...

22 October 2025 08:44
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun karena Batas Waktu Tarif Trump Mendekat

Saham Asia merosot saat pembukaan karena Gedung Putih terus maju dengan tarif besar-besaran pada mitra dagang termasuk pungut...

9 April 2025 07:25
BIAS23.com NM23 Ai