USD/JPY Menguat , Kenaikan Yield AS Kembali Tekan Yen
USD/JPY mengakhiri perdagangan Kamis (20/8) dengan penguatan sekitar 0,6% ke level 159,12, mencerminkan pelemahan yen terhadap dolar Amerika Serikat. Greenback kembali memperoleh dukungan setelah yield Treasury AS berbalik naik, sementara pasar mempertanyakan efektivitas langkah Departemen Keuangan AS dalam memperbesar program pembelian kembali obligasi jangka panjang.
Dolar sebelumnya sempat berada di bawah tekanan setelah pemerintah AS mengumumkan akan melipatgandakan nilai buyback obligasi tenor 10 hingga 30 tahun menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi. Kebijakan tersebut sempat menurunkan yield dan melemahkan dolar, tetapi efeknya tidak berlangsung lama setelah investor kembali menjual obligasi dan mendorong yield lebih tinggi. Kondisi tersebut kembali memperlebar daya tarik aset berbasis dolar dibandingkan yen.
Penguatan USD/JPY juga didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Risalah FOMC Juli menunjukkan beberapa pejabat siap mendukung kenaikan suku bunga, sementara banyak anggota menilai pengetatan tambahan dapat diperlukan apabila inflasi gagal bergerak menuju target 2%. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 35%, meningkat menjadi sekitar 67% hingga Desember.
Meski demikian, kenaikan USD/JPY mendekati area 160 kembali meningkatkan perhatian terhadap potensi intervensi Jepang. Pemerintah Jepang dan AS sebelumnya melakukan intervensi bersama pada 31 Juli setelah yen tertekan hingga level terendah dalam sekitar empat dekade. Dengan yen kembali melemah ke area 159, pasar diperkirakan semakin sensitif terhadap komentar pejabat Jepang maupun sinyal kebijakan Bank of Japan. Selama yield AS tetap tinggi, USD/JPY masih berpotensi mendapat dukungan, tetapi risiko intervensi dapat membatasi kenaikan pasangan tersebut.(CP)