• Sat, Aug 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 August 2026 09:36  |

Dolar Menuju Pelemahan Mingguan, Buyback Treasury Tekan Greenback

Dolar AS bergerak di sekitar 98,8 pada perdagangan Jumat (21/08) dan berada di jalur mencatat penurunan hampir 1% sepanjang pekan. Tekanan terhadap greenback meningkat setelah rencana buyback obligasi pemerintah AS memicu volatilitas besar di pasar Treasury dan mendorong investor beralih ke emas serta mata uang utama lainnya.

Dollar Index sempat jatuh tajam pada Rabu setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali utang pemerintah untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang. Kebijakan tersebut awalnya mendorong harga Treasury naik dan yield turun, sehingga mengurangi daya tarik dolar.

Namun, yield jangka panjang kembali meningkat sehari setelah pengumuman tersebut. Rebound ini menunjukkan pasar masih meragukan apakah buyback mampu menjadi solusi permanen untuk mengatasi tekanan di pasar obligasi AS, terutama di tengah besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah.

Kekhawatiran utama tetap tertuju pada meningkatnya utang pemerintah AS. Investor semakin mencermati risiko fiskal karena besarnya defisit dan biaya pembayaran bunga dapat membuat aset berbasis dolar menjadi kurang menarik, sekaligus memperkuat narasi debasement trade.

Di sisi lain, harga minyak yang tetap tinggi turut meningkatkan risiko inflasi. Washington tengah mempersiapkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan energi masih kuat. Jika harga minyak terus naik, tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat dan membuat arah kebijakan Federal Reserve semakin sulit diprediksi.

Analisis Newsmaker: bias dolar masih cenderung bearish secara mingguan selama DXY bertahan di bawah area 99,00 dan pasar terus mempertanyakan kondisi fiskal AS. Namun, kenaikan kembali yield Treasury dan risiko inflasi dari minyak dapat membatasi pelemahan greenback. Jika yield kembali naik tajam, dolar masih berpeluang melakukan rebound meskipun secara keseluruhan pekan ini tetap berada di bawah tekanan.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai