Gold Bertahan di Atas US$4.500, Dolar Lemah dan Buyback Treasury Dorong Reli
Harga emas masih mempertahankan momentum positif pada perdagangan Jumat dengan bertahan di atas level psikologis US$4.500 per troy ons. XAU/USD naik sekitar 0,3% ke US$4.530,95, sementara kontrak berjangka emas menguat ke sekitar US$4.587,11. Reli sepanjang pekan ini membawa emas menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, dengan penguatan sekitar 4% dalam sepekan dan lebih dari 11% sepanjang Agustus.
Penguatan emas masih didukung oleh pelemahan dolar AS. Dollar Index (DXY) turun sekitar 0,1% ke 98,77, membuat emas lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Selain itu, langkah Departemen Keuangan AS yang meningkatkan program buyback obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi turut menjadi katalis utama, setelah kebijakan tersebut menekan yield Treasury dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga memberikan sinyal bahwa pemerintah masih dapat memperbesar pembelian kembali obligasi tersebut. Ia menilai tingkat yield saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi, sehingga pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasar obligasi dan menekan biaya pinjaman jangka panjang.
Reli emas kali ini juga menunjukkan pemulihan kuat setelah sebelumnya menyentuh titik rendah sekitar US$3.942 pada akhir Juni. Pergerakan menembus dan bertahan di atas US$4.500 menjadi sinyal penting bahwa buyer kembali mendominasi pasar setelah periode konsolidasi panjang.
Analisis Newsmaker: fundamental emas masih berada dalam kondisi bullish dengan dukungan utama dari pelemahan dolar, kekhawatiran fiskal AS, dan ekspektasi yield jangka panjang yang lebih rendah. Selama harga mampu bertahan di atas US$4.500, peluang pengujian kembali area US$4.550–US$4.600 masih terbuka. Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko koreksi apabila yield Treasury kembali naik atau pasar mulai memperhitungkan sikap The Fed yang lebih hawkish terhadap inflasi.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id