• Tue, Jun 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 June 2026 16:24  |

Dolar AS Menguat, Yen Dekati Level Terlemah Sejak 1986

Dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Selasa (23/6), didorong meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini. Indeks dolar bergerak di sekitar level 101 dan menyentuh posisi tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Penguatan ini terjadi karena investor kembali menilai bahwa suku bunga Amerika Serikat kemungkinan akan bertahan tinggi lebih lama, terutama setelah pertemuan The Fed pekan lalu menunjukkan sikap yang lebih hawkish.

Penguatan dolar juga diperkuat oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih tinggi. Pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting, termasuk PMI, revisi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, dan indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE. Data PCE menjadi perhatian utama karena merupakan indikator inflasi favorit The Fed. Jika angka inflasi masih kuat, peluang kenaikan suku bunga dapat semakin besar dan memberi ruang tambahan bagi dolar untuk melanjutkan penguatan.

Di Eropa, euro tertekan dan melemah ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan muncul setelah Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, meredam kekhawatiran soal efek inflasi lanjutan atau second-round effects. Pernyataan tersebut membuat pasar menilai ECB tidak akan seagresif The Fed dalam menaikkan suku bunga. Selain itu, data terbaru menunjukkan aktivitas sektor swasta zona euro masih menyusut untuk bulan ketiga berturut-turut, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang euro.

Pound sterling juga bergerak melemah dalam perdagangan yang volatil setelah pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menambah ketidakpastian politik di Inggris. Investor kini mencermati arah kepemimpinan baru dan dampaknya terhadap kebijakan fiskal. Meski pasar masih menilai transisi politik dapat berjalan terkendali, pound tetap rentan karena ekonomi Inggris juga sedang menghadapi tekanan dari pertumbuhan yang lemah dan pasar tenaga kerja yang menurun.

Sementara itu, yen Jepang kembali menjadi sorotan karena bergerak dekat level terlemah dalam hampir 40 tahun. Pasangan USD/JPY berada di sekitar 161 per dolar AS dan sempat mendekati area 161,96, yang jika ditembus dapat membawa yen ke level terlemah sejak 1986. Kondisi ini membuat pelaku pasar waspada terhadap kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang. Meski Bank of Japan telah menaikkan suku bunga, selisih imbal hasil yang masih lebar antara Jepang dan Amerika Serikat tetap membuat yen sulit pulih secara kuat.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

USD/JPY

GDP Jepang Mengecewakan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ ...

Pasangan USD/JPY mengawali pekan dengan penguatan dan kembali menembus level 153,00 pada sesi Asia, memutus tren pelemahan li...

16 February 2026 08:21
USD/JPY

Yen Jepang Bertahan di Dekat Level Tertinggi 6 Bulan

Yen Jepang menguat ke level 142,5 per dolar pada hari Senin (14/4), mendekati level tertingginya dalam lebih dari enam bulan,...

14 April 2025 11:23
USD/JPY

Yen Jepang Tetap Kuat Di Tengah Ekspektasi Boj Yang Agresif

Yen Jepang (JPY) tetap menguat terhadap mata uang Amerika untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Senin (02/06) dan tampak...

2 June 2025 09:54
USD/JPY

Yen Jepang Menguat Setelah Pemilihan Majelis Tinggi

Yen Jepang menguat mendekati 148 per dolar pada hari Senin, memulihkan sebagian kerugian minggu lalu setelah koalisi yang ber...

21 July 2025 07:57
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai