Yen Jepang Tertekan Meski Ada Peringatan Intervensi
Yen Jepang kembali tertekan pada perdagangan Selasa (23/06), bergerak di sekitar level 161,5 per dolar AS. Posisi ini membuat yen bertahan dekat level terlemahnya sejak 1986, meskipun pemerintah Jepang berulang kali memberikan sinyal siap melakukan intervensi untuk menahan pelemahan mata uangnya.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama mengatakan telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak kembali menegaskan kesepakatan untuk berkoordinasi di pasar valuta asing apabila diperlukan. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Tokyo masih membuka peluang melakukan langkah resmi jika pelemahan yen semakin tajam.
Investor kini berada dalam posisi waspada terhadap kemungkinan intervensi baru dari otoritas Jepang. Sebelumnya, yen sempat menguat pada 30 April setelah Tokyo melakukan operasi pembelian mata uang dalam jumlah besar. Namun, penguatan tersebut sudah terhapus sepenuhnya, sehingga tekanan terhadap yen kembali menjadi perhatian utama pasar.
Pelemahan yen tetap berlanjut meski Bank of Japan telah menaikkan suku bunga. Pasar menilai kenaikan tersebut belum cukup untuk mempersempit selisih suku bunga Jepang dengan negara-negara besar lainnya. Di saat yang sama, dolar AS masih mendapat dukungan dari sinyal hawkish Federal Reserve, sehingga tekanan terhadap yen berpotensi tetap berlanjut dalam jangka pendek. (asd)
Sumber: Newsmaker.id