Yen Menguat Saat Dolar Terkoreksi!
Yen Jepang menguat melewati level 156 per dolar pada Kamis (5/3), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya seiring dolar AS melemah. Penguatan yen terjadi ketika pasar merespons harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah dan meredanya kekhawatiran inflasi, yang mendorong pelaku pasar mengurangi posisi defensif pada dolar.
Meski demikian, kewaspadaan tetap tinggi karena konflik AS-Israel dengan Iran memasuki hari keenam. Laporan terbaru menyebut AS menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, menambah risiko eskalasi yang berpotensi mengganggu sentimen global dan memicu volatilitas di pasar valas.
Kekhawatiran inflasi juga disebut menurun setelah pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya meyakinkan pasar terkait kelangsungan aktivitas komersial di kawasan Teluk. Perkembangan ini turut menekan permintaan dolar sebagai aset aman, sehingga memberi ruang bagi yen untuk menguat.
Dari dalam negeri, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda memperingatkan konflik Timur Tengah dapat berdampak material terhadap perekonomian Jepang. Sinyal tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih lama, mengingat risiko eksternal bisa menahan momentum pemulihan domestik.
Sementara itu, Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan intervensi pasar valuta asing tetap menjadi opsi untuk mendukung yen. Ia menyatakan otoritas memantau pelemahan yen “dengan rasa urgensi yang kuat” dan berkoordinasi erat dengan AS, sebuah pesan yang umumnya ditafsirkan pasar sebagai upaya membatasi pelemahan berlebihan.
Ke depan, arah USD/JPY akan banyak dipengaruhi oleh perkembangan konflik Timur Tengah, perubahan sentimen risiko global, serta sinyal kebijakan BoJ dan komunikasi otoritas Jepang terkait potensi intervensi.(asd)
Sumber : Newsmaker.id