• Tue, Jun 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 June 2026 21:22  |

Dolar Tertekan Jelang Keputusan Warsh

Dolar AS sedikit melemah terhadap euro pada Selasa (16/6), sementara pasar menunggu hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve pada Rabu. Keputusan tersebut menjadi perhatian karena menjadi rapat pertama yang dipimpin Kevin Warsh, dengan investor mencari sinyal apakah bank sentral masih membuka ruang kenaikan suku bunga tahun ini.

Greenback relatif bertahan meski optimisme terhadap berakhirnya perang AS-Iran meningkat. Prospek kesepakatan damai telah menekan harga minyak dan yield Treasury, dua faktor yang biasanya dapat mengurangi dukungan terhadap dolar. Namun, pelaku pasar belum agresif melepas greenback sebelum arah komunikasi Fed menjadi jelas.

Analis investingLive Adam Button menilai keputusan Fed kemungkinan membuat tekanan jual terhadap dolar tetap terbatas. Pasar masih menimbang kemungkinan Warsh akan menunjukkan sikap lebih hawkish dalam konferensi pers, terutama karena inflasi masih berada jauh di atas target 2% The Fed.

Penurunan harga minyak dapat membantu meredakan tekanan inflasi, tetapi belum cukup untuk menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun berada di 59%. The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%, dengan perhatian tertuju pada apakah bank sentral akan menghapus bias pelonggaran dari pernyataan kebijakan.

Indeks dolar turun 0,08% ke 99,61, sementara euro naik 0,09% ke $1,1601. Pergerakan terbatas ini menunjukkan pasar masih berada dalam mode tunggu, dengan arah berikutnya bergantung pada nada pernyataan Fed dan proyeksi kebijakan terbaru.

Di Asia, yen Jepang stabil di 160,35 per dolar setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 1%, level tertinggi sejak 1995. Keputusan tersebut sesuai ekspektasi dan ditujukan untuk menahan risiko inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah, meski hasil voting 7-1 masih menyisakan ketidakpastian terkait waktu kenaikan berikutnya.

Sementara itu, Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di 4,35% melalui keputusan bulat, menjadi jeda pertama tahun ini meski inflasi masih tinggi. Dolar Australia bergerak nyaris datar di $0,7072. Fokus pasar berikutnya tertuju pada pernyataan Fed, respons yield Treasury, dan arah dolar setelah sinyal kebijakan Warsh menjadi lebih jelas. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai