• Wed, Jun 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 June 2026 21:09  |

Dolar Stabil di Tengah Inflasi AS dan Ketegangan Iran

Nilai tukar dolar AS relatif flat pada perdagangan Rabu (10/6/2026) setelah rilis data inflasi yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Indeks dolar yang mencerminkan kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama bertahan di 99,90, tetap mendekati level tertinggi dua bulan yang dicapai awal pekan ini. Meski inflasi inti dan headline CPI sedikit lebih rendah dari perkiraan, permintaan safe-haven tetap tinggi akibat meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Data resmi menunjukkan CPI AS naik 0,5% secara bulanan di Mei, sementara CPI tahunan meningkat 4,2%, sesuai perkiraan ekonom. Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, hanya naik 0,2% M/M dan 2,9% Y/Y, lebih rendah dari estimasi 0,3% bulanan. Data ini memberi sedikit lega terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga mendadak oleh The Fed, tetapi pasar masih menilai tekanan inflasi tetap tinggi.

Sentimen penguatan dolar juga didukung oleh laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Laju ketenagakerjaan yang solid mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, sehingga investor tetap menempatkan posisi long pada dolar. USD/JPY bahkan menembus level psikologis 160, sementara tekanan meningkat pada mata uang mayor lain seperti USD/CAD.

Ketegangan geopolitik turut menahan penguatan mata uang lain. Iran menembakkan serangan ke pangkalan militer AS di Yordania dan beberapa negara Teluk sebagai balasan atas serangan AS di dekat Selat Hormuz. Eskalasi ini terjadi setelah optimism sementara pasar pada hari sebelumnya setelah Iran dan Israel sempat memberi sinyal jeda serangan. Lonjakan risiko konflik memperkuat permintaan aset safe-haven, termasuk dolar AS.

Selain itu, pasar juga memantau langkah Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan dari 0,75% ke 1% pada rapat kebijakan pertengahan Juni. Data inflasi produsen Jepang naik 6,3% YoY di Mei, melebihi perkiraan, menambah ekspektasi normalisasi kebijakan moneter di Tokyo. Faktor global dan domestik ini membuat dolar cenderung stabil, sementara mata uang Asia lain bergerak terbatas.(yds)

Sumber: newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai