Saham AS Melemah, Terbebani Sektor Teknologi
Pasar saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026), dengan indeks S&P 500 turun 0,6%, Nasdaq merosot 0,8%, dan Dow Jones kehilangan 280 poin. Tekanan utama datang dari aksi jual kembali di sektor teknologi, seiring investor menimbang valuasi tinggi saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Beberapa saham teknologi yang terdampak paling tajam antara lain Nvidia turun 1,4%, Broadcom melemah 3,9%, dan Micron Technology turun 3,5%. Oracle juga terkoreksi 2,4% menjelang rilis laporan keuangan setelah penutupan pasar. Sementara sektor industri mengalami pelemahan moderat, saham energi justru menguat seiring naiknya harga minyak yang terdorong oleh bentrokan terbaru antara AS dan Iran.
Data inflasi terbaru menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS pada Mei naik 4,2% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar. Inflasi inti (core CPI) yang tidak termasuk makanan dan energi hanya naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan analis. Data ini memberikan sedikit keyakinan bahwa lonjakan harga energi belum sepenuhnya berdampak pada tekanan harga yang lebih luas.
Investor saat ini menempatkan ekspektasi penuh terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh The Federal Reserve pada Desember 2026, mengantisipasi inflasi tetap tinggi. Lonjakan harga energi dari konflik di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko yang memengaruhi sentimen pasar.
Secara keseluruhan, kombinasi tekanan sektor teknologi, ketidakpastian geopolitik, dan data inflasi menciptakan hari perdagangan yang berhati-hati bagi pelaku pasar. Saham energi menjadi satu-satunya sektor yang menunjukkan ketahanan, sementara sektor teknologi menjadi fokus utama risiko volatilitas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id