Dolar Kehabisan Tenaga: Data PHK & Klaim AS Jadi Pemicu
Indeks dolar AS berbalik nyaris datar di kisaran 97,6 pada Kamis (5/2), setelah sempat menguat. Tapi tenaga penggeraknya cepat kehabisan bensin: rangkaian data ketenagakerjaan AS mulai ngasih sinyal “nada hati-hati” ke pasar.
Pemicu utamanya datang dari Challenger job cuts yang melonjak, plus klaim pengangguran awal yang ikut naik. Ditambah lagi, data ADP sebelumnya juga jauh di bawah ekspektasi — bikin narasi “pasar kerja mulai dingin” makin kenceng.
Kalau tenaga kerja melambat, pasar biasanya langsung ngitung ulang arah kebijakan The Fed. Alhasil, spekulasi pemangkasan suku bunga balik hidup lagi — dan ini yang bikin dolar susah lanjut rally meski sempat dapat dorongan dari risk-off di saham dan logam mulia.
Di Eropa, fokus investor juga kebelah ke keputusan bank sentral. ECB dan Bank of England sama-sama mempertahankan suku bunga, tapi nada komentar jadi pembeda: sterling cenderung lebih tertekan karena pasar menilai BoE terdengar lebih “lunak”.
Sementara itu, pasangan mayor bergerak terbatas: euro cenderung stabil di area 1,18, dan USD/JPY tetap kuat di kisaran 156-an jelang pemilu Jepang akhir pekan ini. Mata uang komoditas seperti AUD dan NZD ikut melemah saat sentimen global lagi gampang goyang.
Kesimpulannya: dolar belum ambruk, tapi momentumnya juga belum cukup buat lari jauh — pasar sekarang lagi nunggu “acuan berikutnya”, apakah dari data AS lanjutan atau pergeseran ekspektasi suku bunga yang lebih tegas. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id