Pound Sterling Melemah, Dolar Masih Dominan
Pound sterling bergerak terbatas terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru, dengan pasangan GBP/USD bertahan di kisaran 1,24–1,25 di tengah dominasi dolar yang masih kuat. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu kejelasan arah dari faktor global maupun kebijakan moneter.
Dari sisi fundamental, penguatan dolar AS tetap menjadi tekanan utama bagi pound. Permintaan terhadap dolar meningkat seiring ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait konflik di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.
Sementara itu, sentimen terhadap pound juga tertahan oleh ekspektasi kebijakan Bank of England yang cenderung lebih berhati-hati. Meskipun tekanan inflasi di Inggris masih relatif tinggi, pasar mulai melihat ruang terbatas untuk kenaikan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, ketegangan di Selat Hormuz yang berdampak pada harga energi turut memperbesar risiko inflasi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih selektif dan cenderung menahan posisi, sehingga membatasi pergerakan GBP/USD dalam jangka pendek.
Penyebab :
Dolar AS masih kuat (safe haven demand)
Ketegangan geopolitik global
Ekspektasi Bank of England lebih dovish
Harga energi meningkat.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id