Dolar Menguat Pasca Shutdown, Data AS Mixed
Dolar AS menguat setelah penutupan sebagian (partial shutdown) pemerintah AS resmi berakhir. Di saat yang sama, data ekonomi AS datang campur aduk: laporan ADP menunjukkan sektor swasta cuma menambah 22 ribu pekerjaan di Januari (di bawah ekspektasi 48 ribu), tetapi ISM Services PMI justru solid di 53,8 (sama seperti bulan lalu dan di atas perkiraan 53,5).
Presiden AS Donald Trump menandatangani RUU pendanaan pada Selasa malam untuk mengakhiri partial shutdown—memberi “napas” sementara buat pasar. Trump juga menyebut pembicaraan dengan Iran akan digelar pekan ini di Oman, membahas krisis internal negara tersebut.
Meski data AS campuran, DXY tetap naik dan diperdagangkan di sekitar 97,70. Rincian ISM menunjukkan tekanan harga masih tinggi: Prices Paid Index naik ke 66,6 dari 65,1. Sementara itu, Employment Index turun dari 51,7 ke 50,3, memberi sinyal tenaga kerja di sektor jasa mulai melambat.
Di FX majors:
AUD/USD turun balik ke sekitar 0,6970, menghapus kenaikan intraday karena dolar AS ambil alih. Ini terjadi walau RBA baru saja menaikkan suku bunga dan memberi nada kebijakan yang cenderung hawkish.
EUR/USD cenderung datar di area 1,1800. Data awal HICP Eurozone Januari keluar 1,7%, lebih rendah dari perkiraan 1,9%. Pasar juga menunggu keputusan ECB hari Kamis (diprediksi tetap tahan suku bunga).
USD/CAD menguat ke sekitar 1,3680 seiring penguatan dolar.
GBP/USD datar di sekitar 1,3640, pasar fokus ke keputusan BoE hari Kamis.
USD/JPY bertahan dekat 156,70, level tertinggi sekitar sepekan, karena dolar menguat luas terhadap mata uang utama.
Untuk komoditas, emas cenderung tenang di sekitar $4.908, minim pergerakan setelah shutdown selesai dan ketegangan geopolitik terlihat sedikit mereda.(yds)
Sumber: FXstreet