USD Mulai Bangkit, Efek Shutdown Hampir Selesai !
Dolar AS menguat tipis untuk pertama kalinya dalam sepekan. Pemicunya: peluang besar shutdown AS segera berakhir, jadi pasar berharap rilis data ekonomi (kayak NFP, CPI, dll.) bakal jalan lagi. Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,1%, sementara kontrak Treasury futures relatif datar karena pasar obligasi tutup libur AS. Yen jadi yang paling lemah di antara G10.
Biaya opsi 1-bulan untuk Indeks Spot Dolar Bloomberg naik ke level tertinggi hampir sepekan-tanda pasar bersiap volatilitas saat data balik rilis. Senat sudah meloloskan pendanaan sementara, didukung delapan Demokrat sentris, bikin skenario pemerintah buka lagi secepatnya. Kata Credit Agricole, kabar ini kasih dorongan kecil ke USD, tapi tekanan pendanaan dolar yang muncul selama shutdown juga bisa mereda setelah pemerintah buka-bisa jadi penahan kenaikan USD berikutnya.
Soal jadwal data, Morgan Stanley perkirakan Payrolls September keluar sekitar 3 hari kerja setelah shutdown berakhir. Data besar lainnya untuk September butuh 1–2 minggu tambahan. Untuk data Oktober, prosesnya kemungkinan lebih lama karena pengumpulan data sempat terganggu-bahkan bisa tidak sempat masuk ke bahan rapat FOMC Desember. Artinya, USD dapat dorongan jangka pendek, tapi arah berikutnya bakal sangat tergantung kualitas (dan timing) data yang akhirnya rilis. (az)
Sumber: Newsmaker.id