• Fri, Jul 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 July 2026 23:46  |

Yield AS dan NFP Picu Sterling Rebound

Pound sterling menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (2/7) setelah laporan tenaga kerja AS keluar jauh lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut meredakan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

GBP/USD bergerak di sekitar 1,3359, didukung oleh pelemahan dolar AS setelah rilis Nonfarm Payrolls. Ekonomi Amerika Serikat hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar sekitar 110.000. Data Mei juga direvisi turun menjadi 129.000, sementara data April dipangkas menjadi 148.000.

Meski tingkat pengangguran turun dari 4,3% menjadi 4,2%, penurunan tersebut tidak sepenuhnya menunjukkan penguatan pasar tenaga kerja. Analis menilai penurunan unemployment rate lebih banyak disebabkan oleh melemahnya tingkat partisipasi angkatan kerja, yang turun ke 61,5%, level terendah sejak Maret 2021.

Data tenaga kerja yang lebih lemah membuat pasar memangkas taruhan hawkish terhadap The Fed. Money market kini memperkirakan hanya sekitar 23 basis poin pengetatan hingga akhir tahun. Kondisi ini menekan dolar AS karena peluang kenaikan suku bunga yang lebih agresif mulai berkurang.

Yield Treasury AS juga bergerak lebih rendah. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun sekitar 2 basis poin ke 4,461%, menjadi beban tambahan bagi greenback. Indeks dolar AS atau DXY turun 0,65% ke sekitar 100,75, sehingga memberi ruang penguatan bagi mata uang utama lain termasuk pound sterling.

Data lain dari Amerika Serikat menunjukkan pesanan pabrik turun 1,3% pada Mei, terutama akibat penurunan pesanan pesawat komersial. Meski angka tersebut lebih baik dari perkiraan penurunan 1,8%, pelemahan dari lonjakan 5,3% pada April menunjukkan aktivitas industri mulai kehilangan sebagian momentum.

Dari sisi The Fed, Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly mengatakan masih ada sinyal positif dari ekonomi AS. Namun, ia mengakui bahwa kenaikan harga sebelumnya dipengaruhi oleh tarif dan lonjakan harga minyak. Daly menilai kebijakan saat ini masih sedikit restriktif, tetapi tetap membuka ruang bagi The Fed untuk melawan inflasi jika tekanan harga kembali meningkat.

Di Inggris, kalender ekonomi relatif sepi. Fokus investor tertuju pada dinamika politik setelah pengunduran diri Keir Starmer dan meningkatnya peluang Andy Burnham menjadi penerusnya. Pasar masih berhati-hati terhadap arah kebijakan Burnham, terutama terkait fiskal dan strategi ekonomi Inggris ke depan.

Pound juga mendapat dukungan dari penurunan harga minyak. Harga energi yang lebih rendah dapat meredakan tekanan inflasi Inggris dan memberi ruang bagi Bank of England untuk tidak terburu-buru mengambil langkah kebijakan baru. Namun, pasar tetap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga BoE masih terbuka jika inflasi kembali meningkat.

Selain itu, rumor intervensi otoritas Jepang di pasar valuta asing turut menekan dolar AS. USD/JPY turun dari sekitar 162,50 ke area 160,95, memperkuat tekanan terhadap greenback secara luas dan membantu mata uang utama lain, termasuk pound.

Secara keseluruhan, GBP/USD mendapat dorongan dari kombinasi data NFP AS yang lemah, turunnya yield Treasury, dan melemahnya dolar AS. Namun, ketidakpastian politik Inggris dan arah kebijakan Bank of England masih dapat membatasi penguatan pound dalam jangka pendek.

Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada komentar lanjutan pejabat The Fed, data inflasi AS, serta perkembangan politik di Inggris. Jika data AS terus melemah dan The Fed menahan suku bunga lebih lama, pound berpeluang mempertahankan penguatan. Namun, jika dolar kembali pulih atau pasar khawatir terhadap kebijakan fiskal Inggris, GBP/USD bisa kembali bergerak volatil.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Kenaikannya Seiring Pemulihan Pound

GBP/USD melanjutkan kenaikan hari kedua berturut-turutnya, mengawali minggu perdagangan baru dengan kenaikan tujuh persepuluh...

7 January 2025 07:12
GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Penurunan Karena Perdagangan Safe Haven ...

GBP/USD merosot lagi pada hari Senin , memperpanjang Cable ke hari perdagangan kedua berturut-turut yang mengalami penurunan ...

8 April 2025 07:20
GBP/USD

GBP/USD Temui Dukungan Kunci di 1.35 Meski Perdagangan Akhir...

Pasangan mata uang GBP/USD menemukan dukungan teknis pada level 1.3500 pada hari Senin, meskipun volume perdagangan menjelang...

30 December 2025 07:38
GBP/USD

GBP/USD Datar, Pasar Tunggu Pemicu Baru

GBP/USD bergerak mendatar di sekitar 1,3500 pada hari Senin karena pelaku pasar masih mencerna kesimpulan Mahkamah Agung AS s...

24 February 2026 07:08
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai