AUD/USD Uji 0,6930 Setelah NFP AS Anjlok
Dolar Australia menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (2/7) setelah data tenaga kerja AS keluar lebih lemah dari perkiraan. AUD/USD naik mendekati area 0,6930, didukung oleh melemahnya greenback dan turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan ekonomi Amerika Serikat hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar sekitar 110.000. Data Mei juga direvisi turun menjadi 129.000 dari sebelumnya 172.000, memperkuat sinyal bahwa momentum perekrutan mulai mendingin.
Meski tingkat pengangguran turun dari 4,3% menjadi 4,2%, penurunan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat. Hal ini karena tingkat partisipasi angkatan kerja turun ke 61,5%, level terendah sejak Maret 2021. Artinya, sebagian penurunan pengangguran terjadi karena lebih banyak orang keluar dari angkatan kerja.
Data upah masih relatif stabil. Average Hourly Earnings naik 0,3% secara bulanan pada Juni, sementara pertumbuhan tahunan berada di 3,5%. Rata-rata jam kerja juga tidak berubah di 34,3 jam. Kondisi ini memberi sinyal bahwa permintaan tenaga kerja melambat, tetapi belum masuk fase pelemahan tajam.
Data klaim pengangguran juga menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup bertahan. Initial Jobless Claims turun ke 215.000 untuk pekan yang berakhir 27 Juni, lebih rendah dari ekspektasi. Sementara itu, Continuing Claims naik tipis ke 1,814 juta, menandakan PHK masih terkendali meskipun perusahaan mulai lebih hati-hati dalam merekrut.
Rilis payroll yang lebih lunak menekan yield Treasury AS dan membuat dolar melemah. Indeks dolar AS turun mendekati area 100,70, sehingga memberi ruang bagi mata uang berisiko seperti dolar Australia untuk menguat. Biasanya, yield AS yang lebih rendah menjadi sentimen positif bagi AUD/USD karena mengurangi daya tarik aset berbasis dolar.
Namun, kenaikan Aussie masih tertahan oleh data domestik Australia yang kurang solid. Angka perdagangan Australia yang lebih lemah membatasi optimisme pasar terhadap prospek ekspor, terutama ketika investor masih mencermati permintaan komoditas dari China sebagai mitra dagang utama Australia.
Secara fundamental, AUD/USD saat ini mendapat dukungan dari dua sisi. Pertama, tekanan terhadap dolar AS meningkat setelah data tenaga kerja melemah. Kedua, peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ikut menurun. Namun, kenaikan Aussie belum sepenuhnya kuat karena data perdagangan Australia dan sentimen komoditas masih menjadi risiko.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada komentar lanjutan pejabat The Fed, arah yield Treasury, dan data ekonomi Australia berikutnya. Jika dolar AS terus melemah dan data global mendukung sentimen risiko, AUD/USD berpeluang menguji area 0,6950 hingga 0,7000.
Sebaliknya, jika The Fed kembali memberi sinyal hawkish atau data Australia semakin melemah, penguatan Aussie bisa tertahan. Area 0,6900 menjadi support psikologis penting yang perlu dijaga agar momentum rebound AUD/USD tetap bertahan.(arl)
Sumber: Newsmaker.id