Peluang Hike The Fed Turun, Silver Melesat
Harga perak menguat tajam pada perdagangan Kamis (2/7) setelah dolar AS melemah menyusul rilis data tenaga kerja AS yang jauh di bawah ekspektasi. XAG/USD bergerak di sekitar US$60,81 per ounce, setelah sempat menyentuh area atas harian dekat US$62.
Kenaikan perak terjadi setelah laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan ekonomi Amerika Serikat hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar sekitar 110.000 dan memperkuat sinyal bahwa momentum pasar tenaga kerja mulai melambat.
Data Mei juga direvisi turun menjadi 129.000 dari sebelumnya 172.000. Pelemahan ini membuat investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, terutama untuk pertemuan September.
Setelah data tersebut dirilis, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun ke sekitar 51% dari sebelumnya 63% hingga 66%. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi perak karena suku bunga yang lebih rendah atau ekspektasi pengetatan yang mereda dapat menurunkan daya tarik dolar dan obligasi.
Indeks dolar AS melemah ke sekitar area 100,74 setelah sebelumnya sempat menyentuh level intraday di atas 101. Pelemahan dolar membuat perak menjadi lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain, sehingga membantu mendorong permintaan terhadap logam mulia tersebut.
Namun, penguatan silver masih belum sepenuhnya bebas risiko. Meski data tenaga kerja melemah, The Fed masih menghadapi inflasi yang berada di atas target 2%. Jika pejabat The Fed kembali memberi komentar hawkish, ruang kenaikan XAG/USD bisa tertahan.
Secara teknikal, area US$61 hingga US$62 menjadi resistance penting bagi perak. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan menuju US$63 terbuka. Namun, jika gagal mempertahankan momentum, silver berisiko kembali terkoreksi ke area US$60 hingga US$59.
Secara keseluruhan, kenaikan perak hari ini didorong oleh kombinasi NFP AS yang lemah, dolar yang melemah, dan ekspektasi suku bunga The Fed yang mulai mereda. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada komentar pejabat The Fed, pergerakan yield Treasury, dan data inflasi AS untuk menentukan apakah reli silver masih dapat berlanjut.(arl)
Sumber: Newsmaker.id