Pound Tertekan, Dolar Menguat Usai Pidato Trump
Pound sterling melemah terhadap dolar AS pada sesi Asia Kamis, dengan pasangan GBP/USD turun ke kisaran pertengahan 1,3200 setelah sebelumnya sempat menyentuh area 1,3345. Tekanan jual meningkat usai pidato Presiden AS Donald Trump yang dinilai meredam harapan de-eskalasi, sekaligus mendorong penguatan dolar melalui kombinasi sentimen risk-off dan kenaikan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat.
Dalam pidatonya, Trump kembali menegaskan tenggat dua hingga tiga minggu serta melontarkan ancaman terhadap infrastruktur energi Iran jika tidak ada kesepakatan, meski ia juga menyatakan negosiasi berjalan baik. Teheran segera membantah klaim tersebut, sementara laporan mengenai dorongan Uni Emirat Arab untuk aksi militer guna membuka kembali Selat Hormuz menambah kekhawatiran eskalasi. Perkembangan ini memicu lonjakan harga minyak, menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan memperkuat spekulasi peluang kenaikan suku bunga The Fed, yang pada gilirannya menopang dolar AS.
Dari sisi Inggris, risiko turut meningkat karena ekonomi dinilai rentan terhadap guncangan harga energi yang terkait konflik Iran. Selain itu, sinyal hawkish Bank of England mengenai peluang kenaikan suku bunga secepat April di tengah kekhawatiran inflasi dipandang menambah risiko terhadap prospek pertumbuhan, sehingga membebani pound. Kombinasi faktor-faktor tersebut memperkuat skenario berlanjutnya tren pelemahan GBP/USD yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.(asd)
Sumber: Newsmaker.id