Dolar AS Menguat Usai Trump Tak Beri Kepastian!
Indeks Dolar AS (DXY) menguat dan bergerak mendekati level 100,00 pada awal sesi Eropa, Kamis. Penguatan terjadi setelah pidato Presiden AS Donald Trump yang tidak memberikan kepastian jadwal gencatan senjata dalam konflik Iran, sehingga pasar kembali mempertimbangkan risiko geopolitik dan permintaan aset aman.
DXY, yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama dunia, naik seiring investor merespons pernyataan Trump dari Gedung Putih. Dalam pidato prime time itu, Trump menyebut tujuan inti AS di Iran “mendekati penyelesaian” dan memperkirakan keterlibatan perang masih berlangsung dua hingga tiga minggu.
Meski menyampaikan perkiraan durasi konflik, Trump juga memberi sinyal AS siap meningkatkan respons militernya dalam sisa periode tersebut. Ia mengancam akan membawa Iran “kembali ke zaman batu,” mempertegas bahwa jalur de-eskalasi belum terlihat jelas dalam waktu dekat.
Ketidakpastian ini cenderung mendukung dolar sebagai safe-haven dalam jangka pendek, terutama ketika konflik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya menambah eksposur ke aset yang dianggap lebih defensif, termasuk mata uang dolar AS.
Di sisi kebijakan moneter, harga energi yang lebih tinggi dinilai memperkuat alasan bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil. Namun, pelaku pasar berjangka juga mulai memasukkan peluang yang lebih besar terhadap skenario suku bunga lebih tinggi, dengan hampir 52% kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada akhir 2026, menurut CNBC.
Fokus berikutnya beralih ke laporan ketenagakerjaan AS bulan Maret yang akan dirilis Jumat. Konsensus pasar untuk Nonfarm Payrolls (NFP) berada di 60.000, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4,4%. Jika hasil data lebih lemah dari perkiraan, dolar berisiko kehilangan momentum terhadap mata uang utama lainnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id