Euro Stabil di $1,165, Pasar Cermati Inflasi dan Arah Kebijakan ECB
Euro bergerak relatif datar di sekitar $1,165 pada sesi perdagangan terakhir Mei, namun masih berada di jalur pelemahan bulanan sekitar 0,8% terhadap dolar AS. Pelaku pasar menimbang data inflasi terbaru dari ekonomi utama Eropa untuk membaca arah kebijakan European Central Bank (ECB), sembari memantau perkembangan pembicaraan damai AS–Iran.
Sinyal inflasi cenderung menguat. Data kilat menunjukkan inflasi harmonisasi (EU-harmonized) Prancis naik ke 2,8% pada Mei, tertinggi sejak Februari 2024, sementara Spanyol meningkat ke 3,6%, tertinggi sejak Juni 2024. Kedua angka tersebut tetap berada di atas target inflasi 2% ECB.
Di sisi lain, pertumbuhan Prancis menunjukkan pelemahan setelah PDB kuartal I 2026 direvisi turun menjadi kontraksi 0,1%. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan tanda perlambatan aktivitas menjaga pasar pada narasi “trade-off” kebijakan, di mana ECB perlu menyeimbangkan stabilitas harga dan risiko pertumbuhan.
Dari sisi risiko, ketidakpastian geopolitik kembali menjadi variabel. Ketegangan meningkat setelah laporan insiden drone di Rumania yang oleh otoritas setempat dituding terkait Rusia, mendorong Prancis memanggil duta besar Rusia dan mempertegas eskalasi tekanan diplomatik.
Menambah fokus kebijakan, risalah rapat ECB terbaru menunjukkan sebagian pembuat kebijakan akan mendukung kenaikan suku bunga pada April bila diusulkan, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan 25 basis poin pada rapat 11 Juni. Pasar berikutnya akan memantau hasil rapat tersebut, kelanjutan rilis inflasi, serta arah perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi sentimen risiko dan pergerakan EUR/USD. (asd)
Sumber: Newsmaker.id