AUD/USD Menguat, Risk-On Damai AS–Iran Tekan Dolar
AUD/USD menguat sekitar 0,5% ke area 0,7080 pada sesi Asia Senin (15/6), didukung oleh membaiknya sentimen risiko setelah Amerika Serikat dan Iran disebut mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Kabar ini menekan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan memberi ruang bagi mata uang sensitif risiko seperti dolar Australia.
Penguatan AUD terjadi meski pasar hampir sepenuhnya mengesampingkan peluang perubahan suku bunga Reserve Bank of Australia pada pertemuan Selasa. Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga RBA pada Agustus juga menurun, sehingga dukungan dari sisi domestik Australia masih terbatas.
Katalis utama saat ini datang dari faktor eksternal. Kesepakatan AS–Iran disebut akan berlaku Jumat, dengan AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan Selat Hormuz kembali dibuka setelah perjanjian ditandatangani. Jika benar berjalan, risiko gangguan energi global dapat menurun, tekanan inflasi bisa mereda, dan minat terhadap aset berisiko berpotensi membaik.
Dari sisi AS, peluang kenaikan suku bunga The Fed ikut turun setelah kabar damai tersebut. CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga Desember turun ke sekitar 27%, dari 40% sepekan sebelumnya. Penurunan ekspektasi Fed ini menjadi tekanan tambahan bagi dolar AS dan membantu AUD/USD bertahan lebih kuat.
Namun, kenaikan AUD/USD masih perlu dikonfirmasi oleh data inflasi Australia. Fokus pasar berikutnya tertuju pada CPI Mei pada 24 Juni, yang akan menjadi acuan penting bagi RBA untuk menilai apakah tekanan harga masih cukup kuat untuk membuka peluang pengetatan lanjutan. Selama sentimen risk-on bertahan dan dolar AS tetap lemah, AUD/USD masih punya dukungan jangka pendek, tetapi ruang naik dapat terbatas jika RBA tetap berhati-hati.(asd)
Sumber: Newsmaker.id