• Tue, Jun 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 June 2026 21:14  |

Perak Menguat Menjelang Fed, Dolar AS Tetap Tertekan

Harga perak bergerak menguat pada Selasa (16/6), mempertahankan rebound di tengah pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak. Berdasarkan harga spot terbaru yang terpantau, XAG/USD berada di sekitar $70,19 per ons, dengan rentang perdagangan harian di kisaran $69,07 sampai $71,22.

Kenaikan perak terjadi saat pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pada Rabu. Seperti emas, perak merupakan aset non-yielding, sehingga prospeknya sensitif terhadap ekspektasi suku bunga, arah yield obligasi, dan pergerakan dolar AS.

Perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan diplomatik antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan teks kesepakatan akan dirilis dalam beberapa hari ke depan dan Selat Hormuz diharapkan kembali terbuka penuh pada Jumat. Namun, pernyataan Hezbollah bahwa mereka mendapat jaminan dari Teheran agar kesepakatan nuklir final tidak diteken tanpa penarikan Israel dari Lebanon menunjukkan risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda.

Perbaikan relatif pada lingkungan geopolitik mengurangi sebagian permintaan terhadap aset safe haven. Namun, dampaknya terhadap logam mulia masih terbatas karena investor menunggu rincian kesepakatan sebelum melakukan penyesuaian posisi yang lebih luas. Dalam konteks ini, perak masih ditopang oleh kombinasi dolar yang lebih lemah dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Penurunan harga minyak turut membantu sentimen pasar karena biaya energi yang lebih rendah dapat meredakan tekanan inflasi global. Jika tekanan inflasi menurun, bank sentral memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan kebijakan tanpa kenaikan suku bunga tambahan. Transmisi ini penting bagi perak karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi opportunity cost memegang aset non-yielding.

Di sisi data, dolar AS tetap berada di bawah tekanan setelah data tenaga kerja menunjukkan perlambatan perekrutan. Rata-rata penambahan pekerja swasta AS tercatat 25.500 per pekan dalam empat pekan hingga 30 Mei, turun dari 29.000 sebelumnya. Perlambatan ini memperkuat ekspektasi bahwa pasar tenaga kerja tidak sekuat sebelumnya, sehingga membatasi dukungan bagi greenback.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada pernyataan Fed, proyeksi ekonomi terbaru, arah dolar AS, serta detail kesepakatan AS-Iran. Sinyal bahwa The Fed tidak melihat urgensi kenaikan suku bunga tambahan tahun ini dapat menjaga dukungan bagi perak, sementara nada hawkish atau penguatan kembali dolar AS berpotensi membatasi ruang kenaikannya. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai