Perak Stabil, Pasar Uji Apakah De-eskalasi Benar Terjadi
Harga perak (XAG/USD) bergerak relatif stabil pada Jumat (29/5) di sesi Eropa setelah sempat memantul dari tekanan sehari sebelumnya. Perak terakhir diperdagangkan di sekitar US$75,6 per troy ounce, menandakan pemulihan masih terbatas dan pasar belum sepenuhnya yakin reli bisa berlanjut.
Dukungan utama datang dari harapan meredanya risiko geopolitik setelah laporan soal kesepakatan awal AS–Iran untuk memperpanjang gencatan senjata 60 hari dan membuka pembicaraan soal program nuklir. Prospek meredanya tensi biasanya menekan premi risiko energi, yang pada akhirnya dapat mengurangi kekhawatiran inflasi dan memberi ruang bagi logam mulia.
Namun pasar masih menahan diri karena detail implementasi belum jelas dan keputusan politik belum final. Selama status pembukaan Hormuz dan stabilitas gencatan senjata masih bergantung pada headline, perak cenderung bergerak “setengah hati”—mudah memantul, tetapi juga cepat kehilangan tenaga.
Dari sisi fundamental, beban terbesar tetap datang dari narasi suku bunga. Sejak konflik pecah akhir Februari, lonjakan energi sempat mengangkat inflasi dan membuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama kembali menguat, kondisi yang biasanya menekan aset tanpa imbal hasil seperti perak. Karena itu, meski sentimen membaik, perak tetap sensitif terhadap pergerakan dolar, yield, dan sinyal kebijakan The Fed.
Fokus pasar berikutnya adalah apakah de-eskalasi benar-benar diterjemahkan menjadi penurunan risiko energi yang berkelanjutan, serta apakah data inflasi dan komentar pejabat bank sentral mengubah ekspektasi suku bunga. Tanpa dukungan dari sisi itu, perak berisiko kembali bergerak dalam pola konsolidasi ketat.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id