Minyak Menguat, Persyaratan Kesepakatan AS–India?
Harga minyak melonjak setelah muncul laporan bahwa AS dan India hampir mencapai kesepakatan dagang yang bisa membuat India secara bertahap mengurangi impor minyak Rusia. Jika terjadi, kebutuhan India akan grade alternatif berpotensi naik dan mengangkat harga. Brent sempat +1,9% menembus $62/barel, sementara WTI merapat ke $59.
Kesepakatan itu disebut juga bisa menurunkan tarif untuk ekspor India. Analis Vandana Hari menyebut “gencatan” dagang akan positif bagi momentum ekonomi dan sentimen permintaan minyak; bila India benar-benar memangkas minyak Rusia, berdampak pada menopang harga. Presiden Donald Trump mengatakan PM Narendra Modi memastikan akan mengurangi impor Rusia; Modi mengakui adanya panggilan tersebut, sementara kilang India memberi sinyal pemangkasan, bukan menghentikan pembelian.
Meski ada kenaikan, minyak masih berpotensi mencetak penurunan bulanan ketiga karena tanda-tanda surplus global. Pelemahan harga belakangan ini justru dimanfaatkan pemerintah AS untuk mengisi strategi cadangan (SPR): AS berencana membeli 1 juta barel untuk pengiriman Desember–Januari.
Dari sisi stok, API melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 3 juta barel pekan lalu, dan bensin juga menurun; data resmi pemerintah (EIA) menyusul kemudian. Pada pukul 13:01 waktu Singapura, kontrak Brent Desember naik 1,6% menjadi $62,30, sementara WTI Desember menguat 1,7% menjadi $58,21.(asd)
Sumber: Newsmaker.id