• Tue, Mar 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 October 2025 16:15  |

Tekanan Ganda: Prospek IEA & Isu Ukraina Bikin Minyak Loyo

Harga minyak melemah tipis pada hari Jumat (17/10), menuju penurunan mingguan sekitar 3% setelah IEA memperkirakan kelebihan pasokan yang semakin besar dan Presiden AS Donald Trump serta Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk bertemu kembali guna membahas Ukraina.

Harga minyak mentah Brent berjangka turun 44 sen, atau 0,7%, menjadi $60,62 per barel pada pukul 08.26 GMT, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 44 sen, atau 0,8%, menjadi $57,02.

Trump dan Putin pada hari Kamis sepakat untuk mengadakan pertemuan puncak lanjutan mengenai perang di Ukraina, yang akan diadakan dalam dua minggu ke depan di Budapest.

Perkembangan mengejutkan ini terjadi ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuju Gedung Putih pada hari Jumat untuk mendorong lebih banyak dukungan militer, termasuk rudal jarak jauh Tomahawk buatan AS, sementara Washington menekan India dan Tiongkok untuk berhenti membeli minyak Rusia.

Penurunan minggu ini juga sebagian disebabkan oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok, yang menambah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan permintaan energi yang lebih rendah.

Prospek Badan Energi Internasional (IEA) tentang kelebihan pasokan yang semakin besar pada tahun 2026 juga turut membebani harga. Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pada hari Kamis bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 3,5 juta barel menjadi 423,8 juta barel minggu lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 288.000 barel.

Peningkatan persediaan minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan sebagian besar disebabkan oleh penurunan utilisasi kilang karena kilang memasuki masa pemulihan di musim gugur.

Data tersebut juga menunjukkan peningkatan produksi AS menjadi 13,636 juta barel per hari, tertinggi yang pernah tercatat.

Pada sesi sebelumnya, Brent ditutup melemah 1,37% dan WTI AS ditutup melemah 1,39%, level terendah sejak 5 Mei. (Arl)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai