Sanksi Baru & Isu India, Minyak Menguat
Harga minyak memantul pada hari Kamis (16/10) setelah Presiden AS Donald Trump menyebut PM India Narendra Modi berjanji menghentikan pembelian minyak Rusia—potensi pemangkasan pasokan global. Namun, belum ada timeline jelas dan konfirmasi resmi dari New Delhi.
Harga Terkini (London 10:29):
Brent Des: $62,20/barel (+0,5%)
WTI Nov: $58,59/barel (+0,5%)
Katalis Utama
Klaim Trump memicu spekulasi pengetatan suplai, meski 3 dari 6 eksekutif minyak India hanya melihat penurunan impor Rusia jangka pendek.
Sanksi Inggris menyasar raksasa minyak Rusia, dua perusahaan energi Tiongkok, serta Nayara Energy di India—tekanan tambahan pada aliran produk Rusia.
India dan Tiongkok sebelumnya memanfaatkan diskon Rusia di bawah mekanisme price cap G7; AS menuding sebagian pelaku “ambil untung”, sementara India menyatakan siap menambah impor $15 miliar dari AS.
Headwinds: Demand & Stok
Ketegangan dagang AS–Tiongkok mempertebal kekhawatiran permintaan di dua konsumen terbesar dunia.
Rumah dagang besar menilai kelebihan pasokan mulai terlihat.
Laporan industri menunjukkan persediaan AS +7,4 juta barel pekan lalu—jika dikonfirmasi data resmi malam ini, itu kenaikan terbesar sejak Juli.
Narasi suplai berkurang (jika India benar-benar memangkas) beradu dengan permintaan melambat dan stok membengkak. Selama konfirmasi kebijakan India belum jelas, reli minyak berpotensi tertahan di kisaran $59–$62. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id