• Tue, Mar 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 October 2025 03:18  |

Minyak Naik Tipis karena Kekhawatiran Output Rusia, Demand AS

Harga minyak naik sekitar 1% ke level tertinggi satu pekan pada Rabu (8/10) karena para pelaku pasar memperkirakan tidak ada kemajuan pada kesepakatan damai Ukraina sehingga sanksi terhadap Moskow akan tetap berlaku, sementara laporan mingguan menunjukkan konsumsi minyak AS meningkat.

Kontrak berjangka Brent naik 80 sen, atau 1,2%, menjadi $66,25 per barel. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 82 sen, atau 1,3%, menjadi $62,55. Itu merupakan penutupan tertinggi untuk Brent sejak 30 September dan untuk WTI sejak 29 September.

Seorang diplomat tinggi Rusia mengatakan dorongan untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina sebagian besar telah habis. Analis mengatakan kesepakatan damai kemungkinan akan memungkinkan lebih banyak minyak Rusia mengalir ke pasar global. Menurut data energi AS, Rusia adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah AS pada 2024.

Meski berada di bawah sanksi, Rusia secara bertahap meningkatkan produksi minyak dan bulan lalu hampir memenuhi kuota produksi OPEC+, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pada Rabu, seperti dilaporkan kantor berita Interfax. OPEC+ mencakup Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia.

Sektor energi Moskow telah berada di bawah tekanan serius dalam dua bulan terakhir akibat gelombang serangan drone Ukraina yang terutama menargetkan kilang minyak.

Faktor pendukung lainnya bagi kontrak berjangka minyak adalah ekspektasi investor bahwa Federal Reserve AS akan terus memangkas suku bunga. Investor tidak mendapatkan sebagian besar data ekonomi AS selama penutupan pemerintah. Risalah pertemuan 16–17 September menunjukkan pejabat The Fed sepakat bahwa risiko terhadap pasar tenaga kerja AS meningkat cukup besar sehingga layak untuk dilakukan pemangkasan suku bunga, meski banyak yang tetap waspada terhadap inflasi yang tinggi.

Sementara Bank sentral secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 28–29 Oktober, menurut CME Group’s FedWatch Tool. Suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai