Minyak Flat Ditengah Kenaikan Moderat OPEC+, Kekhawatiran Kelebihan Stok
Harga minyak stabil pada Selasa (7/10) saat investor menimbang kenaikan produksi OPEC+ untuk November yang lebih kecil dari perkiraan dengan sinyal potensi kelebihan pasokan.
Kontrak berjangka Brent ditutup turun 2 sen, atau 0,03%, ke $65,45 per barel. West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 4 sen, atau 0,06%, ke $61,73.
Kedua kontrak sebelumnya menguat lebih dari 1% setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama Rusia dan sejumlah produsen lebih kecil dikenal sebagai OPEC+ memutuskan menaikkan produksi kolektif sebesar 137.000 barel per hari mulai November. Analis ING menyebut langkah ini berlawanan dengan ekspektasi pasar yang mengira kenaikannya akan lebih agresif, menandakan kewaspadaan kelompok tersebut di tengah proyeksi surplus pasokan global pada kuartal IV dan tahun depan.
Sentimen pasar tetap redup, terutama setelah Arab Saudi memilih mempertahankan harga jual resmi (OSP) minyak andalannya ke Asia tanpa perubahan, berlawanan dengan perkiraan analis yang memproyeksikan kenaikan, kata analis StoneX Alex Hodes. Sementara itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menetapkan OSP November untuk minyak acuan Murban di $70,22 per barel, naik dari $70,10/barel pada Oktober.
Dari sisi permintaan, konsumsi BBM India naik 7% year-on-year pada September, menurut data Petroleum Planning and Analysis Cell (PPAC) Kementerian Perminyakan India. Dari sisi pasokan, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Selasa memperkirakan produksi minyak AS tahun ini mencapai rekor lebih tinggi di 13,53 juta bph, naik dari proyeksi sebelumnya 13,44 juta bph.(yds)
Sumber: Reuters