• Tue, Mar 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 October 2025 03:55  |

Harga Minyak Anjlok, Shutdown AS & Rencana OPEC+ Menambah Tekanan

Harga minyak merosot untuk hari ketiga berturut-turut ke level terendah dalam 16 minggu pada hari Rabu (1/10) karena penutupan pemerintah AS memicu kekhawatiran tentang ekonomi global, sementara para pedagang memperkirakan lebih banyak pasokan minyak akan masuk ke pasar dengan rencana peningkatan produksi oleh OPEC+ bulan depan.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 68 sen, atau 1,0%, menjadi $65,35 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 59 sen, atau 0,9%, menjadi $61,78.

Itu adalah penutupan terendah untuk Brent sejak 5 Juni dan untuk WTI sejak 30 Mei.

Pertumbuhan produksi minyak AS akan terhenti jika harga tetap mendekati $60 per barel, karena lebih sedikit lokasi pengeboran yang menguntungkan pada level tersebut, kata CEO Diamondback Energy FANG.O, salah satu produsen minyak utama negara itu, pada hari Rabu. Di pasar energi lainnya, harga bensin berjangka AS ditutup pada level terendah dalam hampir setahun.

Para pedagang memperkirakan OPEC+ akan meningkatkan produksi pada bulan November, hampir sama dengan kenaikan 500.000 barel per hari pada bulan September, meskipun permintaan AS dan Asia mulai menurun, ujar analis Rystad, Janiv Shah.

OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan produsen sekutu seperti Rusia, dapat sepakat untuk meningkatkan produksi minyak hingga 500.000 barel per hari pada bulan November, tiga kali lipat dari peningkatan yang dicapai pada bulan Oktober, karena Arab Saudi berupaya merebut kembali pangsa pasar, menurut tiga sumber yang mengetahui perundingan tersebut.

Namun, OPEC menulis di X bahwa laporan media tentang rencana untuk meningkatkan produksi sebesar 500.000 barel per hari menyesatkan.

Sebuah panel OPEC+ menekankan perlunya mencapai kepatuhan penuh terhadap perjanjian produksi minyak dan pengurangan produksi tambahan yang diwajibkan dilakukan oleh beberapa anggota untuk mengkompensasi kelebihan kuota sebelumnya pada pertemuan hari Rabu, ungkap OPEC dalam sebuah pernyataan.

Harga minyak juga tertekan oleh peningkatan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan pekan lalu.

Badan Informasi Energi AS (EIA) menyatakan perusahaan-perusahaan energi menambahkan 1,8 juta barel minyak mentah ke dalam persediaan mereka selama pekan yang berakhir 26 September, melampaui perkiraan analis sebesar 1,0 juta barel dalam jajak pendapat Reuters.

Pada hari Selasa, beberapa sumber mengatakan bahwa kelompok perdagangan American Petroleum Institute telah melaporkan penarikan 3,7 juta barel untuk pekan tersebut. (Arl)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai