• Tue, Jun 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 June 2026 16:37  |

Minyak Melemah, Pasar Tunggu Detail Pembukaan Hormuz

Harga minyak kembali melemah pada Selasa (16/6) setelah anjlok ke level terendah tiga bulan pada sesi sebelumnya. Investor masih menunggu detail kesepakatan sementara AS–Iran yang diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan arus energi dari kawasan Teluk.

Pada pukul 05.09 ET atau 09.09 GMT, Brent kontrak Agustus turun 2,1% ke US$81,41 per barel, sementara WTI kontrak Juli melemah 2,4% ke US$78,83 per barel. Kedua acuan sebelumnya jatuh hampir 5% pada Senin setelah AS dan Iran mengumumkan kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka blokade Hormuz.

Penurunan ini menunjukkan sebagian besar premi risiko geopolitik mulai keluar dari harga minyak. Selama konflik Teluk, risiko gangguan pasokan membuat harga minyak bertahan tinggi. Kini, pasar mulai menilai bahwa jika Hormuz benar-benar dibuka, pasokan minyak dapat kembali meningkat dan tekanan harga energi berpotensi mereda.

Namun, pasar belum sepenuhnya yakin. Trump menyebut Hormuz dapat dibuka penuh pada Jumat, saat AS dan Iran dijadwalkan menandatangani kesepakatan di Swiss. Tetapi perusahaan pelayaran, asuransi, dan produsen masih membutuhkan kepastian soal keamanan jalur, biaya asuransi, serta seberapa cepat kapal yang tertahan bisa kembali beroperasi normal.

Dari sisi fundamental, minyak juga mendapat tekanan dari prospek permintaan yang lebih lemah. OPEC pekan lalu memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026 menjadi sekitar 970.000 barel per hari, dari perkiraan sebelumnya 1,17 juta barel per hari. Kombinasi ekspektasi pasokan pulih dan permintaan yang lebih hati-hati membuat ruang rebound minyak menjadi terbatas.

Meski begitu, risiko volatilitas belum hilang. Persediaan energi sudah banyak terkuras selama penutupan Hormuz, sehingga keterlambatan implementasi kesepakatan atau hambatan dalam pembukaan jalur pelayaran dapat kembali memicu kekhawatiran pasokan. Fokus pasar berikutnya adalah detail resmi kesepakatan, penandatanganan Jumat, arus kapal aktual di Hormuz, dan sinyal apakah ekspor minyak Teluk benar-benar bisa kembali normal.(Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai