• Fri, Jun 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 June 2026 07:57  |

Minyak Turun Lagi, Deal Iran Jadi Spekulasi Pasar

Harga minyak memperpanjang pelemahan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini. Pernyataan ini membuat pasar kembali melepas premi risiko geopolitik, meski belum ada konfirmasi resmi dari Teheran.

Brent turun 1,5% ke US$89,04/barel pada pukul 08.06 waktu Singapura, setelah sebelumnya ditutup melemah 2,9% di US$90,38/barel. WTI kontrak Juli juga turun 1,6% ke US$86,31/barel. Harga minyak kini berada di level terendah sejak April, jauh di bawah puncak saat konflik Iran memanas.

Sentimen melemah setelah Trump membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Iran dan menarik ancaman untuk mengambil alih terminal minyak Pulau Kharg. Trump menyebut Iran telah menyetujui kesepakatan, tetapi juga mengakui perjanjian belum final. Media semi-resmi Iran, Fars, melaporkan Teheran belum menyetujui teks kesepakatan apa pun dengan AS.

Jika kesepakatan tercapai, Selat Hormuz berpotensi dibuka kembali dan arus minyak dari Teluk Persia bisa membaik. Namun pemulihan penuh tidak akan langsung terjadi. Ranjau di Hormuz perlu dibersihkan, ladang yang ditutup butuh waktu untuk kembali beroperasi, dan infrastruktur energi yang rusak akibat drone serta misil harus diperbaiki.

Pasar juga mulai melihat bahwa sebagian aliran minyak sudah bergerak. Beberapa tanker dilaporkan keluar dari Teluk Persia melalui Hormuz, sementara Trump mengatakan lebih dari 100 juta barel telah melintasi jalur tersebut sejak misi AS mendukung perdagangan maritim. Faktor ini membuat kekhawatiran pasokan sedikit mereda.

Namun, pasar fisik belum sepenuhnya longgar. Persediaan minyak AS, termasuk cadangan strategis, turun 15 juta barel pekan lalu dan menyusut lebih dari 70 juta barel dalam lima pekan terakhir. Stok bahan bakar Singapura juga berada di level terendah sejak 2013. Artinya, minyak turun karena harapan damai, tetapi risiko pasokan tetap menjadi variabel utama.(Asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai