• Thu, Jun 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 June 2026 16:14  |

Minyak Berbalik Turun, Pasar Lihat Peluang Damai AS–Iran

Harga minyak berbalik melemah pada Kamis (11/6) setelah laporan menyebut Amerika Serikat dan Iran tetap melanjutkan pembicaraan damai, meski kedua negara baru saja terlibat saling serang. Kabar ini meredakan sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak naik pada sesi Asia.

Pada pukul 04.43 waktu timur AS, Brent kontrak Agustus turun 1,4% ke US$91,76/barel, sementara WTI melemah 1,3% ke US$88,88/barel. Sebelumnya, kedua acuan minyak sempat naik lebih dari 2% pada perdagangan Asia dan ditutup hampir 2% lebih tinggi pada sesi sebelumnya.

Laporan CNN menyebut AS dan Iran masih melanjutkan negosiasi terkait potensi kesepakatan damai. Reuters juga melaporkan kedua pihak membahas kesepakatan awal yang mencakup mekanisme pencairan dana Iran yang dibekukan. Sinyal diplomasi ini membuat pasar menilai risiko gangguan pasokan bisa sedikit berkurang, meski situasinya tetap rapuh.

Ketidakpastian masih besar karena Presiden Donald Trump tetap mengancam tindakan lanjutan jika Iran tidak segera menerima kesepakatan. AS sebelumnya menyerang sejumlah target militer Iran dan menyebutnya sebagai aksi “self-defense” setelah jatuhnya helikopter Amerika di dekat Selat Hormuz. Iran kemudian dilaporkan membalas dengan serangan ke beberapa basis militer AS dan sekutunya di kawasan Teluk.

Selat Hormuz tetap menjadi pusat risiko pasar energi. Iran mengklaim telah memblokir seluruh lalu lintas kapal di jalur tersebut, tetapi CENTCOM membantah klaim itu. Jika arus kapal benar-benar terganggu, pasokan minyak global bisa kembali mengetat. Namun selama kapal masih dapat melintas dan diplomasi berjalan, kenaikan harga minyak berpotensi tertahan.

Dari sisi fundamental, data AS masih menunjukkan pasokan ketat. EIA melaporkan stok minyak mentah turun 7,2 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni, jauh lebih besar dari ekspektasi sekitar 3 juta barel. Pasar juga menunggu data PPI AS dan klaim pengangguran mingguan untuk melihat apakah kenaikan biaya energi mulai memperkuat tekanan inflasi dan memengaruhi arah kebijakan The Fed.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai