Minyak Stabil, Pasar Pantau Gencatan Senjata dan KTT Trump–Xi
Harga minyak relatif stabil pada Rabu (13/5) ketika pasar memantau gencatan senjata yang rapuh di Timur Tengah dan menanti pertemuan tingkat tinggi di Beijing antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Brent turun tipis 14 sen (0,1%) ke $107,63/barel pada 1328 GMT, sementara WTI naik 44 sen (0,4%) ke $102,62/barel.
Kedua acuan bertahan di sekitar atau di atas $100/barel sejak perang AS–Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, setelah Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz. Sensitivitas pasar tetap tinggi terhadap setiap pembaruan dari kawasan, karena eskalasi atau ancaman baru terhadap arus pasokan berpotensi memicu volatilitas dan menghidupkan kembali momentum kenaikan.
Dari sisi fundamental, International Energy Agency (IEA) menilai pasokan minyak global tidak akan memenuhi total permintaan tahun ini karena gangguan produksi di Timur Tengah. IEA juga menyoroti penurunan persediaan yang besar dalam dua bulan terakhir, sementara produksi minyak Rusia dilaporkan turun 460 ribu bph pada April (yoy) menjadi sekitar 8,8 juta bph di tengah peningkatan serangan drone Ukraina ke target energi.
Fokus geopolitik menguat setelah harga melonjak lebih dari 3% pada Selasa ketika harapan gencatan senjata AS–Iran yang bertahan lama memudar, sehingga peluang pembukaan kembali Hormuz menipis. Trump tiba di Beijing pada Rabu dan menyatakan ia tidak membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang, meski China merupakan pembeli terbesar minyak Iran; pasar kini menunggu hasil pertemuan Trump–Xi pada Kamis–Jumat, di tengah penilaian bahwa pengetatan struktural pasokan dapat bertahan setidaknya hingga sisa tahun ini.
Di sisi makro, kenaikan harga energi mulai dinilai membebani ekonomi AS melalui biaya bahan bakar dan potensi efek lanjutan terhadap inflasi, yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama dan dapat menahan permintaan minyak. Pelaku pasar juga menanti data persediaan resmi AS yang rilis Rabu, setelah sumber pasar mengutip API menyebut stok minyak mentah turun untuk minggu keempat beruntun dan stok distilat juga melemah.(yds)
Sumber: newsmaker.id