Harga Minyak Anjlok di Tengah Harapan Kesepakatan AS-Iran
Harga minyak dunia merosot ke level terendah dalam dua pekan pada perdagangan Rabu (6/5), setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik. Sentimen ini langsung menekan premi risiko geopolitik yang sebelumnya membuat harga minyak melambung.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 6,07% atau US$6,67 ke US$103,20 per barel, setelah sempat jatuh di bawah US$100 untuk pertama kalinya sejak 22 April. Sementara itu, minyak mentah WTI melemah 6,2% atau US$6,34 ke US$95,93 per barel.
Sumber dari Pakistan yang menjadi mediator menyebut Washington dan Teheran sedang mendekati kesepakatan dalam bentuk memorandum satu halaman. Laporan Axios juga menyebut AS menunggu respons Iran terhadap beberapa poin utama dalam 48 jam ke depan, meski Iran sebelumnya menegaskan hanya akan menerima kesepakatan yang adil dan menyeluruh.
Penurunan harga minyak sempat berkurang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan masih terlalu cepat untuk mempertimbangkan pembicaraan langsung dengan Teheran. Di sisi lain, anggota parlemen senior Iran menyebut proposal AS lebih menyerupai daftar keinginan dibandingkan kesepakatan nyata.
Sebelumnya, gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz sejak perang dimulai pada Februari membuat pasokan minyak global terganggu dan mendorong Brent ke level tertinggi sejak Maret 2022. Penutupan jalur tersebut juga menyebabkan penurunan stok minyak dan bahan bakar global karena kilang berusaha menutup kekurangan pasokan.
Meski harga minyak turun, data persediaan AS menunjukkan pasar energi masih ketat. American Petroleum Institute melaporkan stok minyak mentah AS turun 8,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Mei. Persediaan bensin juga turun 6,1 juta barel, sementara stok distilat menyusut 4,6 juta barel.(yds)
Sumber: Newsmaker.id