Harga Minyak Koreksi, Trump Isyaratkan Jalan Damai yang Bisa Pulihkan Pasokan
Harga minyak turun untuk hari kedua pada Rabu (06/05), seiring pasar menilai potensi meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Brent turun $1,89 atau 1,7% ke $107,98 per barel pada 03.40 GMT, setelah melemah 4% pada sesi sebelumnya. WTI turun $1,83 atau 1,8% ke $100,44 per barel, setelah sehari sebelumnya ditutup turun 3,9%.
Tekanan harga muncul setelah pernyataan Trump pada Selasa yang menyebut operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz akan dijeda sementara karena ada kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, meski tanpa detail. Tidak ada respons langsung dari Teheran, dan Trump juga mengatakan Angkatan Laut AS tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran.
Menurut analis LSEG Anh Pham, sinyal ini dibaca sebagai peluang de-eskalasi yang membuka harapan kapal-kapal yang tertahan di kawasan Teluk bisa kembali bergerak, sehingga pasokan berangsur pulih. Namun Pham menilai harga masih cenderung tinggi karena kepastian kesepakatan belum jelas, dan pemulihan arus perdagangan diperkirakan membutuhkan waktu bahkan jika kesepakatan tercapai.
Dari sisi fundamental, gangguan aliran minyak dari kawasan Selat Hormuz telah menekan pasokan dan menguras persediaan global, sementara data awal di AS juga menunjukkan penurunan stok. Sumber pasar mengutip angka American Petroleum Institute yang menyebut persediaan minyak mentah AS turun 8,1 juta barel pada pekan yang berakhir 1 Mei, dengan stok bensin turun 6,1 juta barel dan distilat turun 4,6 juta barel, memperlihatkan pasar masih sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan kondisi pasokan fisik. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id