Minyak Naik, Disamping Risiko Gangguan Pasokan yang Berkepanjangan
Harga minyak menguat seiring pasar menilai potensi gangguan pasokan bisa berlangsung lebih lama di tengah kebuntuan AS-Iran. Brent naik menembus US$109/barel, sementara WTI diperdagangkan di sekitar US$107/barel, saat perhatian kembali tertuju pada risiko gangguan arus energi dari Timur Tengah.
Sentimen mengeras setelah laporan Wall Street Journal menyebut Presiden AS Donald Trump meminta aides menyiapkan blokade yang lebih panjang terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan pertimbangan risiko bagi AS dinilai lebih rendah dibanding melanjutkan eskalasi militer atau keluar dari konflik tanpa kesepakatan yang membatasi aktivitas nuklir Iran. Pergeseran ekspektasi pasar ke arah konflik yang lebih lama membuat isu pasokan kembali menjadi pusat narasi.
Di sisi fundamental jangka pendek, pasar juga merespons data pemerintah AS (dipublikasikan Rabu) yang menunjukkan penurunan stok yang dalam pada crude dan kategori utama produk kilang. Data yang sama mencatat permintaan ekspor yang lebih tinggi mendorong ekspor minyak mentah AS ke rekor di atas 6 juta barel per hari, mempertegas peran pasokan AS sebagai penyeimbang ketika arus dari kawasan Teluk Persia terganggu.
Kebuntuan pembicaraan damai disebut masih menahan peluang normalisasi aliran crude, gas alam, dan produk minyak dari Teluk Persia, yang “secara efektif” terhenti sejak konflik dimulai pada akhir Februari. Dalam konteks ini, penguatan minyak memperbesar kanal transmisi ke inflasi global melalui kenaikan biaya energi (bensin, diesel, avtur), yang pada gilirannya dapat mengangkat sensitivitas pasar terhadap arah kebijakan moneter.
Ke depan, pasar cenderung tetap reaktif terhadap sinyal durasi kebuntuan dan setiap indikasi pembukaan kembali jalur logistik energi, termasuk Selat Hormuz. Variabel yang perlu dipantau adalah perkembangan kebijakan AS terkait blokade, dinamika negosiasi AS-Iran, status arus pasokan dari Teluk Persia, data stok dan ekspor AS berikutnya, serta respons harga produk kilang yang mencerminkan tekanan permintaan dan pasokan. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id