• Wed, Apr 29, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 April 2026 22:07  |

Minyak Naik, Disamping Risiko Gangguan Pasokan yang Berkepanjangan

Harga minyak menguat seiring pasar menilai potensi gangguan pasokan bisa berlangsung lebih lama di tengah kebuntuan AS-Iran. Brent naik menembus US$109/barel, sementara WTI diperdagangkan di sekitar US$107/barel, saat perhatian kembali tertuju pada risiko gangguan arus energi dari Timur Tengah.

Sentimen mengeras setelah laporan Wall Street Journal menyebut Presiden AS Donald Trump meminta aides menyiapkan blokade yang lebih panjang terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan pertimbangan risiko bagi AS dinilai lebih rendah dibanding melanjutkan eskalasi militer atau keluar dari konflik tanpa kesepakatan yang membatasi aktivitas nuklir Iran. Pergeseran ekspektasi pasar ke arah konflik yang lebih lama membuat isu pasokan kembali menjadi pusat narasi.

Di sisi fundamental jangka pendek, pasar juga merespons data pemerintah AS (dipublikasikan Rabu) yang menunjukkan penurunan stok yang dalam pada crude dan kategori utama produk kilang. Data yang sama mencatat permintaan ekspor yang lebih tinggi mendorong ekspor minyak mentah AS ke rekor di atas 6 juta barel per hari, mempertegas peran pasokan AS sebagai penyeimbang ketika arus dari kawasan Teluk Persia terganggu.

Kebuntuan pembicaraan damai disebut masih menahan peluang normalisasi aliran crude, gas alam, dan produk minyak dari Teluk Persia, yang “secara efektif” terhenti sejak konflik dimulai pada akhir Februari. Dalam konteks ini, penguatan minyak memperbesar kanal transmisi ke inflasi global melalui kenaikan biaya energi (bensin, diesel, avtur), yang pada gilirannya dapat mengangkat sensitivitas pasar terhadap arah kebijakan moneter.

Ke depan, pasar cenderung tetap reaktif terhadap sinyal durasi kebuntuan dan setiap indikasi pembukaan kembali jalur logistik energi, termasuk Selat Hormuz. Variabel yang perlu dipantau adalah perkembangan kebijakan AS terkait blokade, dinamika negosiasi AS-Iran, status arus pasokan dari Teluk Persia, data stok dan ekspor AS berikutnya, serta respons harga produk kilang yang mencerminkan tekanan permintaan dan pasokan. (gn)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai