Minyak Berayun, Insiden di Hormuz Uji Harapan Damai AS–Iran
Harga minyak bergerak naik-turun karena prospek penyelesaian konflik AS–Iran masih belum jelas, sementara kapal-kapal cepat Iran dilaporkan menembaki dua kapal di dekat Selat Hormuz. Brent sempat menembus $100 per barel di London setelah sebelumnya melemah ketika Iran menyebut ada “sejumlah tanda” AS bersedia mengakhiri blokade untuk membuka jalan perundingan.
Saat ini, Rabu (22/04) perdagangan Eropa brent bergerak di sekitar $100 per barel setelah naik hampir 9% dalam dua sesi sebelumnya, sementara WTI berada di sekitar $93.
Sementara itu, sinyal dari kedua pihak terus berbalik arah, dan lalu lintas di Hormuz masih nyaris berhenti. Jalur ini biasanya membawa sekitar seperlima aliran minyak mentah global, sehingga pembatasan arus cepat tercermin ke premi risiko dan volatilitas.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, namun tetap mempertahankan blokade angkatan laut setelah rencana pembicaraan gagal terlaksana. Ia menyatakan AS menahan serangan baru, tetapi akan terus memblokir kapal terkait Iran sampai diskusi selesai.
Di lapangan, Angkatan Laut Inggris melaporkan dua kapal ditembaki di dekat Hormuz, melanjutkan rangkaian insiden sejak akhir pekan. AS menyebut telah menghentikan dan menaiki tanker minyak yang terkena sanksi serta memutar balik total 28 kapal, sementara sedikitnya dua tanker Iran bermuatan penuh dilaporkan berhasil keluar pekan ini membawa sekitar 9 juta barel—menunjukkan arus masih terhambat meski sebagian barel tetap bergerak. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id