• Wed, Apr 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 April 2026 22:28  |

Data AS Kuat Tekan Emas, Hormuz Masih Panas

Emas (XAU/USD) bergerak dengan bias negatif pada Selasa (21/4) dan masih minim arah, karena pasar menahan posisi agresif di tengah ketidakpastian apakah pembicaraan damai AS–Iran akan berlanjut setelah tensi di Selat Hormuz kembali meningkat akhir pekan lalu. XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.748, turun hampir 1,5% pada hari itu, tertekan oleh penguatan moderat dolar AS.

Tekanan juga datang dari data AS yang lebih kuat dari perkiraan. Retail Sales Maret naik 1,7% (MoM), melampaui estimasi 1,4% dan menguat dari 0,7% pada Februari. Rata-rata 4 pekan ADP Employment Change juga naik menjadi 54,8 ribu dari 39 ribu. Data yang solid membuat ruang pelemahan dolar lebih terbatas dan menekan logam mulia.

Di sisi geopolitik, prospek putaran kedua pembicaraan AS–Iran di Pakistan masih abu-abu. Sejumlah laporan menyebut Iran mengirim delegasi, namun media pemerintah Iran membantah ada delegasi yang sudah berangkat. Dengan ceasefire dua pekan berakhir Rabu, pasar makin sensitif. Trump mengatakan kecil kemungkinan memperpanjang gencatan senjata dan menegaskan Hormuz tidak akan dibuka sebelum ada kesepakatan, sambil memperingatkan konflik bisa lanjut jika tidak ada deal. Dari Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Iran tidak akan bernegosiasi “di bawah bayang-bayang ancaman” dan menyiapkan “kartu baru” di medan konflik.

Sementara itu, gangguan Hormuz di bawah “blokade ganda” AS dan Iran menjaga harga minyak tetap tinggi, mempertahankan risiko inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama dari bank sentral, termasuk The Fed. Kondisi ini biasanya membebani emas karena biaya peluang memegang aset non-yielding meningkat saat yield dan ekspektasi kebijakan ketat menguat—meski risiko geopolitik tetap memberi bantalan sehingga pergerakan cenderung range-bound.

Pelaku pasar kini menunggu katalis dari perkembangan negosiasi AS–Iran dan keputusan soal perpanjangan ceasefire, serta arah dolar, minyak, dan sinyal kebijakan The Fed—termasuk pernyataan Kevin Warsh yang menilai The Fed perlu “kerangka inflasi baru” dan perubahan rezim kebijakan.(Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai