• Thu, Apr 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 April 2026 07:04  |

Minyak Turun Lanjut, Pasar Cermati Sinyal Trump!

Harga minyak melanjutkan pelemahan karena pelaku pasar menilai Presiden AS Donald Trump sedang mendorong berakhirnya perang Iran yang sebelumnya mengguncang pasar energi global. Fokus utama investor tetap pada Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi yang masih belum kembali normal untuk pelayaran.

West Texas Intermediate (WTI) sempat turun hingga 1,8% ke US$98,37 per barel setelah melemah 1,2% pada Rabu. Trump dijadwalkan menyampaikan pidato prime-time pukul 9 malam waktu Timur AS, dengan pesan bahwa operasi dapat berakhir dalam dua hingga tiga pekan, menurut seorang pejabat Gedung Putih.

Konflik ini secara efektif menutup Selat Hormuz dan menahan pasokan minyak mentah, gas, serta produk seperti diesel ke pasar global. Kondisi tersebut mendorong harga energi naik dan memicu kekhawatiran tekanan inflasi. Meski harga minyak berjangka sempat turun dalam beberapa hari terakhir, patokan AS masih hampir 50% lebih tinggi dibanding sebelum perang.

Namun, sekalipun konflik mereda sesuai target Trump, pemulihan arus pasokan diperkirakan tidak akan instan. Normalisasi pengiriman melalui Hormuz membutuhkan waktu, sementara sebagian infrastruktur energi dilaporkan mengalami kerusakan dan berisiko memerlukan perbaikan panjang. Di saat yang sama, penumpukan pasukan AS di kawasan membuat pasar tetap waspada.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa beberapa negara dapat menghadapi penjatahan energi karena guncangan pasokan semakin dalam bulan ini. Sejumlah SPBU dari Prancis hingga Australia dilaporkan sempat kehabisan stok, menegaskan bahwa gangguan rantai pasok mulai terasa di level konsumen.

Perkembangan diplomatik juga masih berpotensi menambah volatilitas. Trump menyebut Teheran meminta gencatan senjata, tetapi Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka hanya karena “aksi absurd” pemimpin AS dan menegaskan keputusan akan melibatkan Iran serta Oman. Investor pun membanjiri pasar opsi untuk mengantisipasi berbagai skenario, dari penurunan tajam jika konflik cepat mereda hingga lonjakan baru jika gangguan pasokan berlanjut.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai