Emas Melonjak, US$4.150 Jadi Target
Harga emas menguat tajam ke level tertinggi lebih dari dua pekan pada perdagangan Rabu. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.140–US$4.141 per troy ounce, dengan pasar mulai membidik area US$4.150 sebagai level penting berikutnya.
Kenaikan emas didukung harapan bahwa upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terbuka. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Washington masih siap berdialog, sementara Iran juga meminta mediator Pakistan untuk terus membantu membuka jalur negosiasi.
Namun, ketegangan di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Militer AS menyatakan telah menyelesaikan serangan malam ke-11 terhadap Iran, sementara Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa serangan dapat terus ditingkatkan jika Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya.
Iran juga terus melakukan serangan di kawasan Teluk, termasuk menargetkan aset militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Selain itu, Iran menyebut pasukannya menyerang dua tanker minyak yang hendak melintas di Selat Hormuz.
Risiko semakin besar setelah kelompok Houthi yang didukung Iran membuka front baru dengan mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kondisi ini mendorong harga minyak naik ke level tertinggi sejak 12 Juni dan memicu kekhawatiran inflasi berbasis energi.
Dampaknya ke market, emas masih berpeluang menguat selama harapan diplomasi dan risiko geopolitik tetap berjalan bersamaan. Namun, kenaikan minyak dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dengan pasar memperkirakan peluang sekitar 88% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini. Jika dolar AS ikut menguat, reli emas menuju US$4.150 bisa tertahan.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id