Emas Rebound Kuat, Sinyal Bullish Muncul
Harga emas menguat ke level tertinggi dua pekan pada perdagangan Rabu (22/7), didukung aksi beli saat harga turun di sekitar area psikologis US$4.000. XAU/USD terpantau bergerak di sekitar US$4.147 per troy ounce, naik 1,7% pada hari ini.
Kenaikan emas terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan malam ke-11 terhadap Iran, sementara Teheran membalas dengan menargetkan Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Serangan balasan tersebut ikut mengganggu pasokan energi melalui Selat Hormuz, sehingga harga minyak kembali naik. WTI bergerak di sekitar US$86,50 per barel, menjadi level tertinggi sejak 11 Juni.
Namun, kenaikan minyak juga membawa risiko baru bagi emas. Harga energi yang tinggi dapat memicu inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan.
Dampaknya ke market, emas masih mendapat dukungan dari aksi bargain hunting dan risiko geopolitik. Namun, penguatan XAU/USD bisa tertahan oleh dolar AS yang kuat, yield Treasury yang tinggi, serta meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed. Pasar kini memperkirakan peluang hike Juli naik menjadi 28%, sementara peluang kenaikan suku bunga September berada di 69%. (arl)
Sumber : Newsmaker.id