Brent Melemah di Asia, Pasar Menunggu Kepastian Pasokan dan Kebijakan
Harga minyak Brent turun ke sekitar US$98 per barel pada pukul 11.00 WIB (mengacu pada pergerakan di TradingView), setelah sebelumnya sempat bertahan di atas US$100. Koreksi ini mencerminkan pasar yang mulai menguji apakah premi risiko akibat perang Iran masih cukup besar untuk menjaga harga tetap tinggi, atau mulai “mengempis” setelah reli tajam beberapa sesi terakhir.
Penurunan juga sejalan dengan pola umum setelah lonjakan besar: sebagian pelaku pasar cenderung ambil untung ketika harga menyentuh level psikologis, sementara investor menunggu konfirmasi apakah gangguan pasokan fisik dan logistik benar-benar memburuk atau mulai stabil. Dalam beberapa hari terakhir, Brent sempat ditutup di atas US$100 setelah serangan terhadap infrastruktur energi dan kekhawatiran jalur pengapalan.
Di sisi kebijakan, pasar tetap menimbang respons internasional terkait cadangan strategis. Langkah pelepasan cadangan dalam skala besar bisa memberi bantalan pasokan sementara, tetapi investor masih melihat bahwa harga minyak tetap akan sangat headline-driven selama risiko di jalur energi utama belum jelas mereda.
Dampak cepat ke pasar
Inflasi & suku bunga: Brent di level tinggi (meski koreksi) tetap menjaga kekhawatiran inflasi energi, sehingga pasar cenderung lebih hati-hati mem-price in pemangkasan suku bunga.(CP)
Sumber: Newsmaker.id