• Wed, Mar 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 March 2026 11:49  |

Minyak Turun, Kesepakatan Pipa Irak–Kurdistan Redakan Sebagian Risiko Pasokan

Harga minyak melemah pada perdagangan Rabu setelah Irak menandatangani kesepakatan dengan Kurdistan untuk melanjutkan ekspor melalui pipa menuju pelabuhan Ceyhan, Turki, yang menghindari Selat Hormuz. Perkembangan ini memberi sinyal tambahan pasokan di tengah gangguan pengiriman akibat konflik, meskipun pasar menilai dampaknya belum menyelesaikan masalah utama.

Brent turun di bawah US$101 per barel setelah melonjak lebih dari 3% pada hari Selasa, sementara WTI berada di sekitar US$93. Pada perdagangan siang di Singapura, Brent kontrak Mei turun 2,4% menjadi US$100,93 per barel, sedangkan WTI kontrak April melemah 3,4% menjadi US$92,97; kontrak Mei yang lebih aktif turun 3,4% ke US$92,31.

Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat menyatakan menggunakan amunisi penembus untuk menghantam lokasi misil jelajah anti-kapal Iran di dekat Selat Hormuz, jalur yang dinilai vital dan sedang diupayakan pembukaannya oleh Presiden AS Donald Trump. Konflik juga meningkat setelah Iran mengonfirmasi kematian Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, yang dipandang sebagai tokoh kunci dalam kepemimpinan masa perang.

Sejumlah analis menilai kematian Larijani dapat meningkatkan risiko Iran dengan mengambil langkah yang lebih agresif terhadap arus minyak. Aaron Stein dari Foreign Policy Research Institute menyebut situasi ini berpotensi memicu operasi AS yang lebih tegang, termasuk kemungkinan pengawalan kapal tanker, yang dapat menambah wilayah di jalur pengiriman.

Meski ekspor Irak dialihkan melalui Turki, pasar menilai perbaikan pasokan hanya sebagian karena produksi Irak dilaporkan turun ke sekitar 1,4 juta barel per hari, sekitar irisan dari level sebelum penutupan efektif Hormuz. Sementara itu, fokus pasar tetap pada titik sempit Hormuz yang disebut masih pada kondisi “secara efektif tertutup”, dengan lalu lintas kapal dipengaruhi kalkulasi politik dan mencakup akses.

Tahun ini Brent telah naik hampir 70%, terutama setelah serangan awal AS dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu, yang diikuti gangguan aset energi dan lalu lintas kapal tanker. Lonjakan harga energi juga meningkatkan perhatian bank sentral, dengan biaya diesel AS dilaporkan menembus US$5 per galon pekan ini, sementara pasar menanti keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan tidak berubah.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com NM23 Ai