Dolar Turun Menjelang Keputusan Kebijakan The Fed
Dolar AS berada di jalur pelemahan untuk hari kedua beruntun ketika pelaku pasar menanti keputusan kebijakan Federal Reserve pada Rabu. Sementara itu, dolar Australia menguat setelah bank sentral Australia menaikkan suku bunga acuan lewat keputusan yang ketat, mencerminkan pasar global yang sedang sensitif terhadap arah suku bunga dan risiko inflasi.
Indeks Bloomberg Dollar Spot turun sekitar 0,2%. The Fed memulai rapat dua hari pada Selasa dan secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian, khususnya terkait dampak inflasi energi akibat konflik Iran.
Di sisi geopolitik, Presiden Donald Trump kembali menyerang sekutu-sekutu NATO karena menolak permintaannya untuk memberikan dukungan militer guna membantu membuka kembali Selat Hormuz di tengah perang melawan Iran. Tekanan politik ini muncul ketika biaya energi semakin terasa, dengan harga diesel AS menembus $5 per galon untuk pertama kalinya sejak Desember 2022 karena gangguan pasokan yang terus berlanjut.
Ketegangan meningkat setelah Iran dilaporkan membakar ladang gas besar di Uni Emirat Arab. Marc Chandler, Chief Market Strategist di Bannockburn Global, menilai penolakan banyak sekutu NATO atas permintaan Trump untuk mengawal tanker di Hormuz dapat memicu reaksi pasar yang mirip seperti ketika isu Greenland sempat menekan dolar—mendorong koreksi greenback.
Di pasar obligasi, yield Treasury AS 10 tahun turun 2 bps ke sekitar 4,20%, ikut menambah tekanan pada dolar. Dalam mata uang utama, AUD/USD naik sekitar 0,5% ke 0,7103 dan sempat menyentuh puncak 0,7118 pada sesi pagi New York setelah RBA menaikkan suku bunga. Gubernur Michele Bullock mengatakan dewan sepakat inflasi masih terlalu tinggi, meski hasil voting sangat tipis, 5–4 mendukung kenaikan.
USD/JPY relatif stabil di sekitar 159,04. Menteri Keuangan Jepang menyebut pergerakan kurs belakangan tidak sejalan dengan fundamental dan kembali memberi peringatan kemungkinan langkah otoritas. Sementara Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan bank sentral akan melakukan operasi obligasi secara fleksibel dalam kondisi luar biasa saat yield melonjak tajam.
Di Eropa, EUR/USD naik sekitar 0,3% ke 1,154, sementara GBP/USD juga menguat sekitar 0,3% ke 1,3357. USD/CAD naik tipis sekitar 0,1% ke 1,3696 menjelang rapat Bank of Canada pada Rabu. USD/NOK turun tajam sekitar 0,9% ke 9,5837.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id