Emas Stabil di Atas US$4.700 saat Upaya Damai AS-Iran Stagnan
Harga emas bergerak stabil pada awal pekan seiring upaya untuk memulai kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran kembali tersendat, sementara arus energi melalui Selat Hormuz masih tersendat dua bulan sejak konflik memicu guncangan pasar global dan menambah risiko inflasi.
Bullion diperdagangkan dalam rentang sempit di atas US$4.700 per ons pada Senin (27/04), setelah Axios melaporkan Iran menyampaikan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Hormuz, namun menunda negosiasi terkait program nuklirnya. Pada akhir pekan, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana perjalanan para utusan utamanya ke Pakistan, sementara Teheran menegaskan tidak akan bernegosiasi selama masih berada di bawah ancaman.
Pasar juga memantau dinamika minyak, yang menguat seiring Hormuz dinilai “hampir tidak bisa dilalui” akibat blokade dari kedua pihak. Kejut pasokan energi ini meningkatkan risiko inflasi dan memperbesar peluang bank sentral mempertahankan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkan, sebuah faktor yang secara fundamental menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dalam konteks itu, pelaku pasar cenderung menahan posisi agresif. Pepperstone menilai tanpa pembukaan yang lebih “berkelanjutan” atau jalur kesepakatan damai yang kredibel, potensi kenaikan emas berisiko bersifat sementara dengan harga tetap cenderung bergerak dalam kisaran. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id